Imbas KA Logawa Tertemper Truk, Tiga Kereta Api Menuju Surabaya Gubeng Alami Keterlambatan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Sejumlah kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengalami keterlambatan akibat insiden KA PLB 247C Logawa yang tertemper truk di petak jalan antara Stasiun Saradan dan Stasiun Bagor, Kamis (9/7/2026).
Gangguan operasional akibat insiden tersebut menyebabkan tiga kereta api tiba di Stasiun Surabaya Gubeng lebih lambat dari jadwal yang telah ditetapkan. Adapun update sementara sejumlah kereta api yang mengalami keterlambatan kedatangan di wilayah Daop 8 Surabaya diantaranya, KA Ranggajati relasi Cirebon – Surabaya Gubeng – Jember (kelambatan sebanyak 93 menit). KA Argo Semeru dari Stasiun Gambir tujuan Surabaya Gubeng (kelambatan 63 menit). KA Argo Wilis dari Stasiun Bandung tujuan Surabaya Gubeng (kelambatan 21 menit).
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono menyampaikan bahwa keterlambatan tersebut terjadi sebagai dampak dari proses penanganan insiden di petak jalan Saradan–Bagor, yang berada di wilayah kerja Daop 7 Madiun. “Selama proses tersebut, KAI mengutamakan aspek keselamatan dengan memastikan kondisi jalur dan operasional benar-benar aman sebelum perjalanan kereta api kembali berjalan normal,” katanya.
KAI, kata dia, terus berupaya memulihkan operasional secepat mungkin dengan tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama," ujar Mahendro. "Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan kedatangan KA di wilayah KAI Daop 8 Surabaya,”terangnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan wajib berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi, palang pintu mulai menutup, atau terdapat isyarat dari petugas, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.
Kepatuhan terhadap peraturan di perlintasan sebidang menjadi kunci dalam mencegah kecelakaan sekaligus menjaga keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto