Diabetes Kini Mengintai Generasi Muda, Edukasi Pencegahan Digencarkan di Sidoarjo
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Diabetes melitus kini tidak lagi identik dengan penyakit yang menyerang usia lanjut. Perubahan pola hidup, tingginya konsumsi makanan dan minuman manis, serta minimnya aktivitas fisik membuat penyakit ini semakin banyak ditemukan pada remaja dan dewasa muda.
Kondisi tersebut mendorong TIM Keperawatan Gawat Darurat II STIKES Hang Tuah Surabaya menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk "Edukasi Kesehatan: Generasi Muda Bebas Diabetes" di Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya mencegah diabetes melalui penerapan pola hidup sehat sejak dini. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pembagian booklet "Generasi Muda Bebas Diabetes" sebagai media pembelajaran bagi peserta.
Materi yang diberikan mencakup pengertian diabetes melitus, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, hingga langkah-langkah pencegahan, seperti menerapkan pola makan bergizi seimbang, membatasi konsumsi gula, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Selain memberikan penyuluhan, tim juga mengajak peserta berkomitmen menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai bagi remaja, hingga cara mengenali gejala awal diabetes.
"Melalui kegiatan ini kami berharap generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan diabetes sehingga mampu menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan risiko diabetes di masa depan. Kami ingin generasi muda menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ujar perwakilan TIM Keperawatan Gawat Darurat II STIKES Hang Tuah Surabaya, Sri Anik Rustini.
Sementara itu, Dr. Setiadi, menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Pengetahuan menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku hidup sehat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih mampu mencegah diabetes melalui kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Gisik Cemandi," katanya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga yang mengikuti penyuluhan. Diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular, khususnya diabetes.
Melalui kegiatan ini, TIM Keperawatan Gawat Darurat II STIKES Hang Tuah Surabaya berharap edukasi kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat sehingga angka kejadian diabetes dapat ditekan dan tercipta generasi yang sehat, produktif, serta berkualitas.
Editor : Arif Ardliyanto