Viral! Siswi Kelas 3 SD di Sidoarjo Nyaris Diculik dan Antingnya Dirampas, Polisi Buru Pelaku
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Sebuah video pengakuan seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, bocah berusia 9 tahun itu mengaku nyaris menjadi korban dugaan percobaan penculikan sekaligus perampokan saat perjalanan pulang dari sekolah.
Korban diketahui bernama Azkaira Madfaatul Asifah, siswi kelas 3 SDN Pekarungan, Sukodono. Cerita yang disampaikan Azkaira memicu perhatian publik karena mengungkap dugaan aksi seorang perempuan tak dikenal yang menawarkan tumpangan sepeda motor kepada dirinya dan seorang teman.
Menurut pengakuan Azkaira dalam video yang beredar, perempuan tersebut awalnya mengaku hendak mengantar mereka pulang. Namun, di tengah perjalanan, situasi berubah ketika wanita itu diduga berusaha mengambil anting yang dikenakan korban.
Merasa ada yang tidak beres, Azkaira bersama temannya langsung melarikan diri dan bergegas pulang ke rumah untuk menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
Orang tua korban, Susilo Nur Susanti, membenarkan peristiwa itu dialami putrinya sepulang sekolah. Meski belum membuat laporan resmi ke kepolisian, pihak keluarga telah menyampaikan kronologi kejadian kepada petugas yang datang ke rumah.
"Meski belum melaporkan kejadian itu secara resmi ke pihak kepolisian, keluarga telah menceritakan kronologi kejadian kepada petugas yang datang ke rumah," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukodono AKP Dono Iqbal memastikan pihak kepolisian telah bergerak menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial. Polisi kini melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian.
"Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti pendukung untuk memastikan kronologi serta dugaan tindak pidana yang terjadi," kata AKP Dono Iqbal.
Polisi belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana karena proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta segera melapor apabila memiliki informasi yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat berangkat maupun pulang sekolah, serta mengingatkan anak agar tidak mudah menerima ajakan atau tumpangan dari orang yang tidak dikenal.
Editor : Arif Ardliyanto