Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Film Dan Bandung Rilis Special Clip Terbaru, Angkat Romansa Basil dan Elma di Kota Bandung
Advertisement . Scroll to see content

Film Bapakmu Kiper Tayang di Bioskop, Angkat Serunya Sepak Bola Tarkam dan Kisah Haru Ayah-Anak

Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:08 WIB
  • author Fahrezi Chandra
Film Bapakmu Kiper Tayang di Bioskop, Angkat Serunya Sepak Bola Tarkam dan Kisah Haru Ayah-Anak
Film Bapakmu Kiper siap tayang 3 September 2026 dengan mengangkat budaya sepak bola tarkam. Dibintangi Fedi Nuril dan Ali Fikry, film ini memadukan komedi, drama keluarga, dan semangat sepak bola akar rumput. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Lewat film Bapakmu Kiper yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026, penonton diajak menyelami atmosfer sepak bola antar kampung (tarkam) yang penuh semangat, persaingan, sekaligus nilai kekeluargaan.

Disutradarai Ody C. Harahap, film ini memadukan komedi olahraga dengan drama keluarga. Fedi Nuril dan Ali Fikry menjadi pemeran utama dalam kisah yang menyoroti hubungan ayah dan anak di tengah kerasnya kompetisi sepak bola akar rumput.

Trailer yang dirilis pada akhir Juli 2026 langsung mencuri perhatian. Lapangan kampung yang dipenuhi sorak penonton, aksi jenaka para pemain, hingga konflik emosional antara ayah dan anak menjadi gambaran kuat yang ditawarkan film ini.

Dalam film tersebut, Fedi Nuril memerankan Warto, mantan kiper legendaris tarkam yang kini bekerja sebagai penjual ikan. Sementara Ali Fikry berperan sebagai Dino, putra Warto yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Harapan Dino mulai terbuka setelah bergabung dengan tim peserta Tarkam Super Cup. Namun, di balik ambisinya mengejar mimpi, ia menyimpan luka karena merasa sang ayah tak pernah benar-benar hadir dalam perjalanan hidupnya.

Konflik semakin memuncak ketika tim Dino menghadapi berbagai kendala menjelang pertandingan penting. Situasi itu menjadi kesempatan bagi Warto untuk kembali ke dunia tarkam demi membantu tim sang anak sekaligus memperbaiki hubungan yang selama ini renggang.

Berbeda dari film sepak bola yang identik dengan stadion megah dan kompetisi elite, Bapakmu Kiper justru mengangkat kehidupan sepak bola kampung yang begitu lekat dengan masyarakat Indonesia.

Film ini menampilkan berbagai sisi khas tarkam, mulai dari lapangan sederhana, antusiasme warga yang memadati pinggir lapangan, komentar suporter yang ceplas-ceplos, hingga pertandingan penuh adu fisik dan tensi tinggi.

Konsultan film sekaligus Agen Tarkam, Pangestu Agung, mengatakan bahwa kompetisi antar kampung telah menjadi budaya yang hidup di hampir seluruh daerah di Indonesia.

"Tarkam ini sekarang udah budaya lah di Indonesia itu. Pasti semua kampung ada kompetisi tarkam," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube @radityadika.

Menurut Agung, turnamen tarkam bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Ramainya penonton membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

"Kalau tarkam itu benar-benar penonton full. Tarkam itu bukan hanya sekadar kompetisi, tapi membantu UKM di desa itu untuk berjalan juga," katanya.

Ia juga menilai karakter pertandingan tarkam jauh berbeda dibanding kompetisi profesional. Lapangan yang tidak selalu ideal membuat pemain dituntut tampil lebih ngotot dan mengandalkan kekuatan fisik.

"Kalau tarkam itu main bolanya di lapangan yang kebanyakan jelek. Nggak kayak kompetisi profesional yang lapangannya bagus. Kalau mau menang ya harus benar-benar main ngotot," ungkap Agung.

Fedi Nuril mengaku awalnya hanya mengenal tarkam sebagai pertandingan yang identik dengan permainan keras dan minim aturan. Namun, pandangannya berubah setelah menjalani proses syuting dan berdiskusi langsung dengan Pangestu Agung yang terlibat sebagai konsultan film.

"Awalnya saya tahunya tarkam itu identik dengan tidak ada aturan. Makin banyak tahu dan paham begitu ketemu Agen Agung di film Bapakmu Kiper sebagai konsultan," ujar Fedi.

Melalui Bapakmu Kiper, penonton tidak hanya disuguhi pertandingan sepak bola yang seru, tetapi juga kisah emosional tentang keluarga, kesempatan kedua, serta semangat masyarakat kampung yang menjadikan sepak bola sebagai ruang kebersamaan dan harapan.

Penulis: Nikmatul Karomah (Mahasiswa Magang Unesa)

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut