Temu Ilmiah SMA di Surabaya Jadi Panggung Riset Siswa, Bangun Budaya Penelitian Sejak Bangku SMP
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Budaya riset di kalangan pelajar terus diperkuat oleh SMA Wijaya Putra Surabaya melalui kegiatan Temu Ilmiah, sebuah ajang yang menjadi puncak rangkaian pembelajaran berbasis proyek penelitian. Tidak hanya menampilkan hasil karya siswa, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan metodologi penelitian kepada sekolah-sekolah sekitar.
Temu Ilmiah merupakan kelanjutan dari program Science Fair yang telah dijalankan sejak siswa duduk di kelas XI. Dalam program tersebut, peserta didik menyusun tema, menentukan judul penelitian, hingga merancang kerangka penelitian sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler.
Selanjutnya, saat memasuki kelas XII, para siswa melanjutkan penelitian dengan mengumpulkan data, melakukan analisis, hingga menyusun hasil penelitian yang kemudian dipresentasikan dalam forum Temu Ilmiah.

Kepala Sekolah SMA Wijaya Putra Surabaya Andri Priyono DS., S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang secara berjenjang agar siswa benar-benar memahami proses penelitian, mulai dari perencanaan hingga penyajian hasil.
"Temu Ilmiah ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan kokurikuler berbasis proyek penelitian. Dimulai dari Science Fair saat siswa kelas XI, mereka menentukan tema, judul, hingga kerangka penelitian. Setelah itu, di kelas XII mereka melakukan pencarian data sampai penelitian selesai dan hasilnya dipresentasikan dalam Temu Ilmiah," ujar Andri.
Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan membangun kemampuan berpikir kritis, analitis, sekaligus melatih siswa menyelesaikan persoalan melalui penelitian yang sistematis.
Tak hanya melibatkan warga sekolah, SMA Wijaya Putra juga mengundang siswa-siswi SMP di sekitar Surabaya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Para pelajar SMP diberi kesempatan menyaksikan presentasi hasil penelitian sekaligus mendapatkan pelatihan dasar mengenai metodologi penelitian.
Andri mengatakan langkah itu merupakan bagian dari upaya sekolah membangun ekosistem riset yang lebih luas serta menumbuhkan minat menjadi peneliti muda sejak dini.
"Kami mengundang sekolah-sekolah sekitar, terutama SMP, agar mereka bisa belajar metodologi penelitian yang selama ini kami terapkan. Harapannya muncul atmosfer penelitian di kalangan pelajar sejak usia muda sehingga mereka memiliki ketertarikan melakukan riset ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA," katanya.
Ia menambahkan, kehadiran siswa SMP di Temu Ilmiah juga diharapkan menjadi inspirasi karena mereka dapat melihat secara langsung karya-karya penelitian yang dihasilkan siswa kelas XII.
Ke depan, SMA Wijaya Putra Surabaya ingin menjadikan Temu Ilmiah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pusat kolaborasi penelitian antarsekolah. Sekolah berharap budaya penelitian dapat berkembang di lingkungan pendidikan sekitar melalui kegiatan berbagi ilmu dan kerja sama.
"Harapan kami, budaya penelitian ini bisa menular ke sekolah-sekolah lain. Kami ingin saling berbagi pengalaman tentang metodologi penelitian dan ke depan dapat menyelenggarakan lomba penelitian yang melibatkan sekolah-sekolah di sekitar SMA Wijaya Putra," tutur Andri.
Melalui program berkelanjutan tersebut, SMA Wijaya Putra Surabaya menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan riset, berpikir ilmiah, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan melalui penelitian.
Editor: Arif Ardliyanto