Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pengamat Soroti Kunjungan Kerja Wapres Gibran ke Lokasi Karhutla dan Korban Keracunan MBG
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla Mengancam Sejumlah Wilayah, Polda Jatim Perkuat Kesiapan Personel

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:59 WIB
  • author Lukman Hakim
Karhutla Mengancam Sejumlah Wilayah, Polda Jatim Perkuat Kesiapan Personel
Polda Jatim menggelar pasukan dan peralatan mengantisipasi karhutla. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Polda Jawa Timur (Jatim) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat terjadi di sejumlah wilayah selama musim kemarau.

Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla 2026 yang digelar di Lapangan Apel Polda Jatim, Selasa (11/8/2026).

Direktur Samapta Polda Jatim Kombes Pol Noerwiyanto mengatakan Jatim memiliki sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Kondisi geografis Jatim yang memiliki kawasan hutan, pegunungan, perkebunan hingga wilayah padat penduduk menjadi tantangan dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran.

“Jatim merupakan wilayah yang mempunyai potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi. Kawasan hutan jati dan hutan pinus yang tersebar di berbagai wilayah berpotensi terjadi kebakaran, terutama saat musim kemarau,” ujar Noerwiyanto.

Menurutnya, kondisi kering di sejumlah wilayah Jatim membuat potensi kebakaran perlu diantisipasi sejak dini. Salah satu kawasan yang saat ini menjadi perhatian adalah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang masih dalam penanganan akibat kebakaran.

Noerwiyanto menyebut karhutla tidak hanya dipicu faktor alam dan cuaca, tetapi juga aktivitas manusia. Salah satunya pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Terjadinya karhutla selain faktor alam atau cuaca pada musim kering yang ekstrem, juga dapat disebabkan faktor manusia. Misalnya membakar lahan untuk membersihkan daun-daun kering di lahan yang akan dijadikan perkebunan,” jelasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih kering dari kondisi normal. Sejumlah wilayah juga diprakirakan mengalami musim kemarau yang lebih panjang.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi munculnya titik panas atau hotspot di sejumlah daerah di Jatim. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Malang, Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Bojonegoro dan Gresik.

“Potensi munculnya titik panas atau hotspot perlu diantisipasi di sejumlah wilayah tersebut dan wilayah lainnya,” katanya.

Untuk menghadapi potensi tersebut, Polda Jatim memastikan kesiapan personel, peralatan serta sarana dan prasarana pendukung. Kesiapan itu diharapkan memungkinkan petugas bergerak cepat ketika terjadi kebakaran.

“Apel gelar pasukan dan peralatan ini merupakan langkah dan bukti nyata bahwa baik aspek personel, peralatan maupun sarana prasarana pendukung siap melaksanakan tugas penanganan karhutla,” tegasnya.

Selain kesiapan teknis, Noerwiyanto menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan. Jajaran kepolisian diminta meningkatkan patroli di kawasan rawan, memanfaatkan teknologi untuk memantau titik panas serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat.

Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan BPBD, Basarnas, pemadam kebakaran, relawan, pemerintah daerah, dinas terkait dan masyarakat.

“Keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada sinergitas dan kolaborasi lintas sektoral. Karena itu, kita harus menghilangkan ego sektoral agar penanganan di lapangan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Noerwiyanto juga mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas, terutama ketika melakukan pemadaman di kawasan dengan medan sulit dan berisiko.

“Utamakan keselamatan personel. Patuhi standar operasional prosedur keselamatan kerja atau safety first saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di medan yang sulit. Ingat, jiwa personel sangat berharga,” pungkasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut