Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dulu Khawatir Baterai, Kini Mobil Listrik Bekas Mulai Dicari Konsumen Jatim
Advertisement . Scroll to see content

Persaingan Mobil Listrik di Jatim Makin Ketat, Produk Asal China Ungkap Perubahan Selera Konsumen

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:15 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Persaingan Mobil Listrik di Jatim Makin Ketat, Produk Asal China Ungkap Perubahan Selera Konsumen
Persaingan mobil listrik di Jawa Timur semakin ketat. Wuling mengungkap perubahan selera konsumen yang kini makin kritis memilih kendaraan listrik. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persaingan kendaraan listrik di Jawa Timur semakin ketat. Kehadiran berbagai merek dan model mobil listrik membuat produsen otomotif harus membaca perubahan kebutuhan masyarakat, terutama untuk kendaraan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut terlihat dalam gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) The Series 2026 di Surabaya. Pameran yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convex menjadi salah satu ajang bagi industri otomotif untuk melihat perkembangan pasar kendaraan listrik di Jawa Timur.

Regional Sales Senior Manager Wuling Motors, Angga, mengatakan persaingan mobil listrik di Jawa Timur tidak hanya berkaitan dengan jumlah merek yang masuk ke pasar. Menurutnya, kebutuhan dan karakter konsumen juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah perkembangan kendaraan listrik.

“Kalau kita melihat Jawa Timur, khususnya Surabaya, kebutuhan mobilitas masyarakat cukup beragam. Persaingan kendaraan listrik tentunya semakin berkembang dan konsumen sekarang semakin banyak memiliki pilihan,” ujar Angga.

Menurut Angga, perkembangan pasar mobil listrik juga membuat konsumen semakin kritis dalam mempertimbangkan kendaraan yang akan digunakan. Faktor seperti jarak tempuh, kemudahan pengisian daya, ukuran kendaraan, kenyamanan, hingga biaya penggunaan menjadi pertimbangan sebelum membeli.

“Sekarang konsumen tidak hanya melihat kendaraannya listrik atau bukan. Mereka mulai melihat bagaimana kendaraan tersebut bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk dari sisi jarak tempuh, kepraktisan dan kemudahan penggunaannya,” katanya.

Perubahan perilaku konsumen tersebut membuat segmen mobil listrik perkotaan menjadi salah satu bagian yang menarik dalam persaingan otomotif di Jawa Timur.

Angga menilai karakter wilayah perkotaan seperti Surabaya membuat kendaraan dengan dimensi kompak dan mudah digunakan untuk aktivitas harian memiliki peluang untuk berkembang. Namun, persaingan yang semakin ramai juga menuntut setiap produsen memahami kebutuhan konsumen secara lebih spesifik.

“Pasarnya masih berkembang. Jadi menurut kami, yang paling penting adalah bagaimana industri bisa memberikan pilihan sesuai kebutuhan masyarakat. Setiap konsumen tentu mempunyai kebutuhan mobilitas yang berbeda,” jelasnya.

Wuling sendiri memperkenalkan Aira EV dalam GIIAS Surabaya 2026 setelah kendaraan tersebut diperkenalkan secara nasional pada 29 Juli 2026. Model tersebut menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan dengan dua pilihan jarak tempuh, yakni Standard Range hingga 205 kilometer dan Long Range hingga 301 kilometer berdasarkan metode pengujian CLTC.

Namun, di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ramai, Angga menilai perkembangan pasar tidak bisa hanya dilihat dari peluncuran model baru.

“Persaingan ini justru membuat industri semakin berkembang. Konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan dan produsen juga harus terus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Jawa Timur Jadi Pasar Penting Kendaraan Listrik

Pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Timur juga tidak terlepas dari perkembangan ekosistem pendukungnya. Infrastruktur pengisian daya, pemahaman masyarakat mengenai kendaraan listrik serta pola penggunaan kendaraan menjadi bagian penting dalam perkembangan pasar.

Menurut Angga, semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik dapat membuat masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk membandingkan produk berdasarkan kebutuhan masing-masing.

“Yang paling penting adalah edukasi dan pemahaman konsumen terhadap kendaraan listrik. Dengan semakin banyak pilihan, masyarakat bisa menentukan kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka,” tuturnya.

Persaingan mobil listrik di Jawa Timur pun diperkirakan akan terus berkembang seiring bertambahnya model dan pemain di pasar. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai bergerak dari sekadar teknologi baru menuju salah satu pilihan mobilitas masyarakat perkotaan.

Bagi industri otomotif, perkembangan tersebut menjadi tantangan untuk menghadirkan kendaraan yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut