Ciputra Hospital Surabaya Siapkan Layanan Radioterapi, Investasi Alat Capai Rp60 Miliar
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ciputra Hospital Surabaya memperkuat layanan penanganan kanker dengan menyiapkan fasilitas radioterapi yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester I 2027. Investasi untuk pengadaan perangkat tersebut diperkirakan mencapai Rp60 miliar.
Direktur Ciputra Hospital Surabaya dr. Siska Sindhuatmadja, M.M. mengatakan, kehadiran radioterapi akan melengkapi layanan onkologi yang telah tersedia sehingga penanganan pasien kanker dapat dilakukan secara lebih terpadu.
“Jadi pelayanan kanker di Ciputra Hospital bisa one-stop service dan komprehensif. Pasien tidak perlu ke mana-mana lagi,” ujar Siska, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, perangkat radioterapi dijadwalkan mulai dipasang pada awal 2027. Setelah instalasi selesai, rumah sakit harus menjalani proses perizinan, yang diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat sekitar dua bulan.
Untuk mendukung layanan tersebut, Ciputra Hospital Surabaya telah menyiapkan dua bunker khusus radioterapi. Bunker tersebut memiliki konstruksi dinding. Ketebalannya sekitar dua meter. Ini untuk menjaga keamanan dan mencegah paparan radiasi keluar dari ruang tindakan.
“Infrastrukturnya sudah sangat siap. Dua bunkernya sudah ada di sini, dengan ketebalan tembok mencapai dua meter khusus untuk menjaga agar paparan radiasinya tidak tembus keluar,” katanya.
Siska menyebut rumah sakit juga mempertimbangkan penggunaan teknologi radioterapi terbaru dari Eropa. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kanker berteknologi tinggi sekaligus mengurangi kebutuhan pasien berobat ke luar negeri.
“Harapan kita, dengan fasilitas high-end ini, pasien tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri sehingga biaya pasien bisa lebih efisien,” ujarnya.
Pengembangan radioterapi menjadi bagian dari penguatan layanan Onkologi Ciputra Hospital Surabaya. Saat ini, rumah sakit telah bekerja sama dengan dua grup medis asal Singapura, Singapore Medical Group (SMG) dan Curie Oncology.
Kerja sama tersebut mendukung pemberian layanan kanker dengan standar internasional, termasuk akses terhadap obat-obatan dari luar negeri melalui jalur resmi di Indonesia.
Selain itu, Ciputra Hospital Surabaya telah memiliki fasilitas PET Scan yang digunakan untuk membantu mendeteksi stadium kanker sekaligus mengevaluasi respons pasien terhadap terapi.
“Untuk onkologi, kita bekerja sama dengan dua grup dokter Singapura, yaitu SMG dan Curie Oncology. Jadi treatment yang kita berikan sudah berstandar internasional,” kata Siska.
Pengembangan layanan kanker tersebut dilakukan di tengah ekspansi Ciputra Hospital Surabaya yang memasuki tahun kedua operasional. Selain Onkologi, rumah sakit telah mengembangkan tiga layanan unggulan atau Center of Excellence lainnya, yakni Jantung, Neuroscience, serta Women & Children.
Layanan Jantung telah mencakup tindakan intervensi seperti pemasangan stent atau cincin. Sementara layanan Neuroscience menangani tindakan bedah saraf untuk kasus tulang belakang, tumor hingga Parkinson.
Adapun layanan Women & Children mencakup kesehatan ibu dan anak mulai dari masa kehamilan, persalinan hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
Siska mengatakan, respons masyarakat terhadap kehadiran Ciputra Hospital Surabaya menunjukkan tren positif. Kunjungan pasien terus meningkat dan rumah sakit mulai menerima rujukan dari sejumlah daerah, seperti Madiun, Solo hingga Semarang.
Edukasi mengenai fasilitas PET Scan juga telah menjangkau masyarakat di luar Jawa, termasuk Makassar, Manado dan Kalimantan.
Saat ini Ciputra Hospital Surabaya memiliki kapasitas 200 tempat tidur dan telah menjalin kerja sama dengan 24 perusahaan asuransi.
Memasuki usia dua tahun, Ciputra Hospital Surabaya menggelar sejumlah kegiatan untuk masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan perlombaan anak-anak pada pekan sebelumnya.
Puncak peringatan diisi dengan kegiatan Fun Walk, pengenalan Center of Excellence serta aksi donor darah yang diikuti hampir 100 pendonor.
Editor : Arif Ardliyanto