Kejahatan Kargo Internasional Mengintai, Jalur Ekspor Surabaya Kini Dipasang Proteksi Berlapis
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pertumbuhan ekspor Jawa Timur yang semakin kuat ternyata berjalan beriringan dengan tantangan baru. Ketika volume barang menuju pasar internasional meningkat, risiko kejahatan terhadap kargo selama proses distribusi juga menjadi perhatian serius.
Kondisi tersebut membuat keamanan logistik tidak lagi sekadar menjadi pelengkap dalam proses pengiriman. Kecepatan, ketepatan waktu, serta kemampuan menjaga barang tetap aman hingga sampai ke tujuan kini menjadi bagian penting dalam menentukan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang merasakan langsung perkembangan tersebut. Pada 2025, nilai ekspor provinsi ini tercatat meningkat sekitar 15 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu sekaligus menunjukkan semakin besarnya aktivitas perdagangan yang membutuhkan dukungan sistem logistik yang aman dan andal.
Ancaman terhadap distribusi barang pun bukan persoalan kecil. Data intelijen Transported Asset Protection Association (TAPA) mencatat hampir 160.000 kasus kejahatan kargo terjadi di 129 negara sepanjang 2022 hingga 2024.
Risiko tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha, terutama ketika barang yang dikirim memiliki nilai ekonomi tinggi atau harus tiba dalam batas waktu tertentu. Karena itu, pengamanan rantai pasok menjadi salah satu faktor yang semakin diperhitungkan dalam perdagangan internasional.
Di Surabaya, standar keamanan internasional mulai diperkuat melalui penerapan sertifikasi TAPA Kelas A. Standar tersebut menempatkan fasilitas logistik pada tuntutan keamanan yang lebih tinggi, termasuk dalam penerapan sistem proteksi dan pengawasan terhadap pergerakan barang.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, mengatakan tantangan logistik saat ini telah bergeser. Menurutnya, pelaku usaha tidak hanya membutuhkan akses menuju pasar internasional, tetapi juga kepastian bahwa barang dapat dikirim dengan cepat, aman, dan sesuai jadwal.
“Tantangannya kini bukan lagi soal akses pasar, melainkan bagaimana memastikan eksekusi, kecepatan, keamanan, dan keandalan pengiriman,” ujar Ahmad Mohamad seusai seremoni penyematan sertifikasi keamanan tingkat tinggi Transported Asset Protection Association (TAPA) pada fasilitas Gateway Surabaya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Ahmad, kepastian dalam proses pengiriman menjadi salah satu modal penting bagi eksportir lokal untuk memperluas pasar. Terlebih, persaingan di negara tujuan seperti Eropa dan Amerika menuntut pelaku usaha memiliki sistem distribusi yang mampu memberikan jaminan keamanan sekaligus ketepatan waktu.
“Ketika barang bisa dikirim dengan aman dan tepat waktu, eksportir lokal akan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi untuk masuk dan bersaing di pasar internasional,” jelasnya.
Penguatan keamanan tersebut juga dipandang penting dari sisi rantai pasok global. Senior Vice President for Global Security DHL Express, Adrian Whelan, menilai konsistensi pengamanan harus diterapkan sejak barang bergerak dari satu titik hingga mencapai penerima.
“Standar keamanan yang konsisten sangat penting untuk membangun kepercayaan, mengurangi risiko, dan mendukung kelancaran pergerakan barang di sepanjang rantai pasok global,” kata Adrian.
Dengan standar keamanan yang semakin ketat, fasilitas logistik di Surabaya diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap berbagai jenis komoditas yang memiliki karakteristik khusus.
Sektor seperti teknologi, otomotif, ritel, hingga industri ilmu hayati dan kesehatan membutuhkan sistem distribusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki tingkat keamanan tinggi. Keterlambatan atau kerusakan dalam proses pengiriman dapat berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis dan rantai produksi.
Dalam kesempatan tersebut, DHL Express resmi menyematkan sertifikasi keamanan tingkat tinggi TAPA pada fasilitas Gateway Surabaya. Sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem keamanan fasilitas logistik yang menjadi salah satu titik penting dalam pergerakan barang dari Indonesia menuju pasar internasional.
Gateway Surabaya juga menambah daftar fasilitas DHL Express yang telah memenuhi standar TAPA secara global. Saat ini, perusahaan tersebut tercatat memiliki lebih dari 500 fasilitas bersertifikasi TAPA di berbagai negara.
Penguatan fasilitas keamanan itu menjadi bagian dari komitmen investasi infrastruktur global DHL Express yang mencapai EUR250 juta. Investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pengamanan jaringan logistik di tengah meningkatnya kebutuhan perdagangan lintas negara.
Bagi Jawa Timur, penguatan sistem logistik menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan ekspor. Dengan volume perdagangan yang terus berkembang, keamanan kargo menjadi salah satu mata rantai yang tidak bisa dipisahkan dari upaya memperluas pasar produk Indonesia ke berbagai negara.
Editor: Arif Ardliyanto