Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Kerja Bisa Dicegah Sejak Sekolah, Begini Cara Siswa SMK Kenali Bahaya Saat Bekerja
Advertisement . Scroll to see content

Diikuti 700 Peserta, Safety Stride di Surabaya Dorong Budaya K3 Tak Sekadar Aturan

Senin, 19 Oktober 2026 | 07:09 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Diikuti 700 Peserta, Safety Stride di Surabaya Dorong Budaya K3 Tak Sekadar Aturan
Sekitar 700 peserta mengikuti Safety Stride di Surabaya. DK3P Jatim dan ITS mengajak masyarakat memperkuat budaya K3 melalui Fun Run 5K dan pemeriksaan kesehatan gratis. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sekitar 700 peserta mengikuti Safety Stride, kegiatan lari santai 5 kilometer (Fun Run 5K) yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis di Surabaya. Kegiatan ini menjadi upaya Dewan K3 Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menanamkan budaya keselamatan dan kesehatan di tengah masyarakat.

Kampanye ini mengusung pesan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak cukup hanya dipahami sebagai kewajiban di lingkungan perusahaan atau industri. Kesadaran menjaga diri, mengenali risiko, dan mencegah kecelakaan perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua DK3P Jatim, Sigit Priyanto, S.T., M.M., mengatakan Safety Stride menjadi langkah awal untuk memperluas edukasi K3 melalui pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Safety Stride merupakan langkah awal untuk membawa kampanye K3 lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa edukasi keselamatan dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan melibatkan banyak pihak. Keselamatan harus menjadi kesadaran bersama, bukan sekadar kewajiban karena aturan,” ujar Sigit.

Menurutnya, keterlibatan ratusan peserta menjadi momentum untuk memperkenalkan pentingnya pencegahan kecelakaan dan pemeliharaan kesehatan kepada berbagai kalangan, terutama generasi muda.

“Jangan menunggu kecelakaan untuk belajar tentang keselamatan, dan jangan menunggu sakit untuk mulai peduli pada kesehatan. Pencegahan harus menjadi kebiasaan, dimulai dari diri sendiri dan diperkuat melalui lingkungan yang saling mengingatkan,” tambahnya.

Kerja sama DK3P Jatim dengan ITS memperlihatkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun budaya keselamatan. Kampus dinilai tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga ruang untuk menanamkan kepedulian terhadap kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Wakil Rektor III ITS Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi & Sistem Informasi (SDMO dan TSI), Imam Baihaqi, S.T., M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa nilai-nilai keselamatan perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa dan kehidupan masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan, kesehatan, dan lingkungan. Melalui kolaborasi seperti Safety Stride, nilai-nilai tersebut dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda dan masyarakat,” kata Imam.

Sinergi tersebut juga membuka peluang bagi keterlibatan Program Studi K3 dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Dengan dukungan akademisi dan mahasiswa, kampanye keselamatan diharapkan tidak berhenti di ruang kuliah, laboratorium, maupun kawasan industri.

Edukasi K3 diharapkan semakin dekat dengan aktivitas masyarakat, termasuk saat berolahraga, berkegiatan di lingkungan tempat tinggal, maupun menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Safety Stride Diharapkan Berlanjut Jadi Gerakan Bersama

Wakil Ketua DK3P Jatim sekaligus penanggung jawab Safety Stride, Edi Priyanto, S.K.M., M.M., menilai tantangan terbesar kampanye K3 adalah mengubah pengetahuan menjadi perilaku yang diterapkan secara konsisten.

“Safety Stride perlu kita maknai sebagai titik awal, bukan tujuan akhir. Ke depan, kampanye K3 perlu terus dikembangkan melalui berbagai pendekatan kreatif dengan melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Harapannya, setiap peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman berolahraga, tetapi juga semangat untuk menjadi duta keselamatan di lingkungannya masing-masing,” jelas Edi.

Ia menambahkan, keberhasilan kampanye keselamatan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang hadir. Dampak yang lebih penting adalah tumbuhnya kepedulian dan kebiasaan untuk saling mengingatkan agar risiko kecelakaan dapat dicegah.

“Keberhasilan kampanye K3 tidak cukup diukur dari banyaknya peserta yang hadir. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mendorong perubahan perilaku, memperkuat kepedulian, dan membangun kebiasaan untuk saling menjaga keselamatan,” katanya.

Edi juga mengapresiasi keterlibatan ITS, Program Studi K3 dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur, sponsor, panitia, tenaga kesehatan, komunitas K3, serta seluruh peserta yang mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, kontribusi dosen dan mahasiswa dapat memperluas jangkauan edukasi keselamatan sekaligus mendorong generasi muda agar lebih memahami risiko dan mengutamakan pencegahan.

Dalam Safety Stride, pesan tersebut disampaikan melalui aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan gratis. Peserta diajak membiasakan olahraga, mengenali kemampuan tubuh, serta memperhatikan keselamatan selama beraktivitas.

Pemeriksaan kesehatan juga menjadi pengingat pentingnya memantau kondisi tubuh dan melakukan pemeriksaan secara berkala sesuai kebutuhan. Pendekatan ini menegaskan bahwa prinsip K3 tidak hanya berkaitan dengan pencegahan kecelakaan kerja, tetapi juga upaya menjaga kesehatan.

Melalui Safety Stride, DK3P Jatim berharap kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat terus berkembang. Gerakan ini diharapkan menjadi fondasi kampanye K3 yang berkelanjutan, sehingga keselamatan bukan sekadar slogan atau aturan, melainkan budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut