Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Desakan Kongres PSSI Jatim Menguat, Askab Sidoarjo Khawatir Pembinaan Sepak Bola Lumpuh
Advertisement . Scroll to see content

Kongres PSSI Jatim Tak Kunjung Jelas, Pengurus Daerah Keluhkan Anggaran Mandek dan Desak Perubahan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 00:39 WIB
  • author Saiful Arif
Kongres PSSI Jatim Tak Kunjung Jelas, Pengurus Daerah Keluhkan Anggaran Mandek dan Desak Perubahan
Kongres Pemilihan Asprov PSSI Jawa Timur belum jelas. Pengurus daerah mengeluhkan kendala anggaran dan mendesak perubahan kepemimpinan. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketidakpastian jadwal Kongres Pemilihan Asprov PSSI Jawa Timur mulai berdampak pada aktivitas organisasi sepak bola di daerah. Pengurus Askot dan Askab PSSI mengeluhkan sulitnya menjalankan program kerja, termasuk pengajuan anggaran kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Molornya agenda pemilihan pengurus baru juga memunculkan desakan perubahan kepemimpinan. Sejumlah pengurus daerah berharap kongres segera digelar agar roda organisasi kembali berjalan dan pembinaan sepak bola di Jawa Timur memiliki arah yang lebih jelas.

Pengurus Askot PSSI Madiun, Duta Radia, mengungkapkan ketidakpastian kepengurusan tersebut menimbulkan kendala administratif yang berpengaruh terhadap pelaksanaan program organisasi.

“Pasti, Pak. Kita tidak bisa mengajukan anggaran ke KONI. Secara otomatis pasti tidak bisa ngapa-ngapain,” ujar Duta.

Menurut dia, kepastian administrasi menjadi kebutuhan penting bagi pengurus daerah untuk menjalankan kegiatan dan pembinaan sepak bola. Tanpa kejelasan tersebut, program yang telah direncanakan berpotensi terkendala.

Duta juga mempertanyakan peran Pelaksana Tugas (Plt) Asprov PSSI Jawa Timur dalam menjalin komunikasi dengan anggota di daerah. Dia menilai interaksi dengan Askot belum berjalan sebagaimana yang diharapkan sejak penunjukan pelaksana tugas.

“Plt juga enggak ada manfaatnya. Silaturahmi ke anggota Askot aja tidak pernah sejak diterbitkan SK Plt,” katanya.

Kritik tersebut mencerminkan harapan pengurus daerah agar kepemimpinan sementara tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjaga koordinasi dan memastikan program organisasi tetap berjalan selama menunggu kongres.

Desakan pembenahan organisasi juga disampaikan Ketua Askab PSSI Sidoarjo, Pudji Daryo. Dia menilai perubahan kepemimpinan diperlukan agar Asprov PSSI Jawa Timur memiliki program kerja yang lebih terarah dan target pembinaan yang dapat diukur.

Menurut Pudji, kepemimpinan baru diharapkan mampu menyusun agenda yang jelas serta memastikan program pembinaan sepak bola berjalan secara berkelanjutan di berbagai daerah.

Bagi pengurus kabupaten dan kota, kongres tidak sekadar menjadi forum pemilihan ketua dan jajaran pengurus. Agenda tersebut juga dinilai sebagai kesempatan untuk mengevaluasi tata kelola organisasi, memperkuat komunikasi dengan anggota, serta menyusun prioritas pengembangan sepak bola Jawa Timur.

Program yang terukur diperlukan agar pelaksanaan kegiatan dapat dievaluasi secara berkala. Dengan demikian, pembinaan pemain, kompetisi daerah, dan koordinasi antarpengurus dapat berjalan lebih terarah.

Di tengah munculnya kritik dari pengurus daerah, Plt Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Khairul Anwar, menyatakan proses pelaksanaan kongres masih menunggu rekomendasi.

“Saat ini kita masih tunggu rekomendasi kongres untuk Jatim,” ujar Khairul Anwar.

Pernyataan tersebut belum disertai kepastian tanggal pelaksanaan kongres maupun penjelasan mengenai tahapan berikutnya. Akibatnya, pengurus daerah masih harus menunggu kejelasan mengenai proses pemilihan kepengurusan definitif.

Situasi ini menempatkan Asprov PSSI Jawa Timur dalam dua tuntutan sekaligus. Di satu sisi, organisasi perlu menuntaskan tahapan menuju kongres. Di sisi lain, aktivitas dan pembinaan sepak bola di daerah tetap membutuhkan koordinasi serta kepastian administrasi.

Keputusan mengenai jadwal dan mekanisme kongres menjadi hal yang dinantikan untuk menjawab berbagai pertanyaan pengurus daerah.

Kongres pemilihan Asprov PSSI Jawa Timur diharapkan menjadi titik penting untuk menuntaskan ketidakpastian kepengurusan. Selain menentukan pemimpin baru, forum tersebut juga dapat menjadi momentum untuk merumuskan kembali arah program dan prioritas pembinaan sepak bola di provinsi ini.

Sebelumnya, PSSI Pusat menyampaikan rencana percepatan kongres asosiasi provinsi sebelum Kongres PSSI 2027. Namun, jadwal khusus pelaksanaan kongres di Jawa Timur masih memerlukan kepastian melalui informasi resmi terbaru.

Pengurus daerah kini menantikan langkah konkret, mulai dari kepastian jadwal, mekanisme pemilihan, hingga agenda pembenahan organisasi setelah kepengurusan definitif terbentuk.

Tantangan yang dihadapi bukan hanya soal pergantian figur. Asprov PSSI Jawa Timur juga dituntut membangun komunikasi yang lebih baik dengan Askab dan Askot, menyusun program dengan target terukur, serta menjaga keberlangsungan pembinaan pemain di daerah.

Kepastian kongres menjadi penting agar pengurus daerah dapat kembali menyusun agenda organisasi dengan lebih jelas. Di tengah penantian tersebut, masa depan tata kelola dan pembinaan sepak bola Jawa Timur masih bergantung pada kejelasan proses pemilihan kepengurusan baru.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut