Munas IV di Surabaya, Multazam Terpilih Nahkodai IKA Kapal Undip

Ali Masduki
Multazam terpilih sebagai Ketua Umum IKA Kapal Undip dalam Munas IV di Surabaya. Foto/Istimewa

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Multazam terpilih menahkodai Ikatan Alumni Teknik Perkapalan (Ika Kapal) Universitas Diponegoro. Multazam menjadi ketua umum dalam Munas yang berlangsung di Surabaya, 30 September - 1 Oktober 2023. Multazam mendapat dukungan dari kandidat kuat lain, yaitu Kukuh Wardhana, David Ali Jufri, dan Andhi Prasetyo.

Munas yang diikuti 305 alumni tersebut semula diperkirakan bakal alot karena munculnya kandidat kuat ketua umum mewakili elemen alumni Pendidikan Ahli Teknologi, Fakultas Non-Gelar Teknologi, Program Diploma, S-1, dan sekolah vokasi. 

Namun, dalam pemaparan visi-misi calon ketua umum, kandidat lain ternyata memberikan dukungan penuh kepada pengusaha galangan kapal Pontianak tersebut.

“Terima kasih atas amanah ini. Mari bersama kita bergandeng tangan memajukan Ika Kapal Undip,” kata Multazam.

Ketua Panitia Munas IV IKA Kapal Undip, Andhi Prasetyo mengatakan Munas kali ini juga diawali seminar yang hasilnya bisa menjadi out put untuk industri perkapalan nasional. Ia berharap IKA Kapal Undip bisa memberikan sumbangsih dalam kemajuan pada industri maritim. 

"Industri maritim yang kita seminarkan adalah ikhtiar untuk membangkitkan lagi galangan kapal, pasca tiga tahun dihantam pandemi," kata Andhi.

Andhi melanjutkan, cita-cita itu terpenuhi dengan proyeksi hadirnya order kapal baru yang akan diberikan oleh Kementrian Pertahanan untuk kapal peran. Demikian juga kapal komersil dari Pertamina.

"Karena kapal sangat kompleks, industri pembuatan kapal itu tentu akan didukung oleh sekian ratus atau bahkan mungkin sekian ribu komponen," tuturnya.

Andhi menambahkan dengan adanya pembangunan industri kapal akan ada efek domino. Apalagi kalau bisa dikerjakan dalam negeri. 

"Jadi bisa berikan efek domino untuk bisa bangkit dan tentunya perekonomian akan terbantu," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua IKA Undip, Abdul Kadir Karding berharap dari Munas ini ada satu momentum untuk terus berfikir agar bagaimana alumni perkapalan Indonesia ini berkembang. 

"Problem kita di kapal, hampir seluruh kapal yang kita pakai adalah kapal import baik kapal baru maupun bekas," tandasnya.

Alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip ini menjelaskan jika impor tidak dibatasi, maka industri perkapalan akan sulit tumbuh.

"Tenaga kerja kita bagus, penguasaan teknologi kita bagus. Problemnya hanya di bahan baku," pungkasnya. 

Editor : Ali Masduki

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network