Tak hanya itu, UMKM binaan juga difasilitasi untuk masuk ke rantai pasok industri lewat kerja sama dengan tenant besar di kawasan industri SIER. Hal ini mempercepat proses UMKM untuk naik kelas dan memiliki pasar yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan UMKM bukan hanya penerima bantuan, tapi mitra strategis pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Didik.
SIER kini juga tengah mendorong digitalisasi UMKM agar dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Mulai dari pelatihan digital marketing hingga pembuatan konten branding dilakukan secara intensif.
Salah satu contoh keberhasilan bisa dilihat dari Siti Marlina, pemilik UMKM Kaligrafi Kreatif. Ia mengungkapkan bahwa sejak mengikuti pendampingan SIER, omzetnya melonjak hampir 80 persen dan kini rutin memasok ke beberapa perusahaan besar.
“Dari pengemasan sampai akses pasar, kami dibantu total. Bahkan kami diajak kolaborasi langsung dengan tenant industri,” kata Siti, yang didampingi Kepala Unit TJSL dan Keberlanjutan PT SIER, Rani Oktavia Putri.
Ajang UMKM BUMN Award 2025 diikuti oleh 31 BUMN dan anak perusahaannya, dengan sejumlah nama besar seperti PT Pertamina (Persero) yang dinobatkan sebagai Pembina UMKM Paling Berdedikasi, serta PT Peruri dan PT Jasa Marga sebagai penerima penghargaan lainnya.
Ketua Dewan Juri, Thendri Supriatno, menegaskan bahwa penilaian bukan hanya berbasis jumlah bantuan, tapi pada dampak nyata yang dirasakan UMKM.
“Program TJSL SIER menunjukkan pendekatan kawasan industri bisa menjadi model pembinaan UMKM berkelanjutan yang layak direplikasi,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
