Penemuan Mayat di Perairan Sembulungan Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Tim Gabungan Gerak Cepat
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Perairan Tapak Goa Anjir, kawasan Sembulungan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, kembali menjadi sorotan setelah ditemukannya sesosok jenazah mengapung oleh seorang nelayan, Senin pagi (7/7/2025). Temuan ini menambah daftar panjang tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang beberapa waktu lalu menghebohkan perairan Selat Bali.
Jenazah tanpa identitas itu diduga kuat merupakan salah satu korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam insiden karamnya kapal penyeberangan tersebut. Lokasi penemuan berada di area laut terbuka yang dikenal berarus deras dan kerap menyulitkan proses pencarian.
Nelayan bernama Gio Aditya Prastomo tidak menyangka akan menemukan hal mengerikan saat menjalankan aktivitas rutin di laut. Sekitar pukul 06.30 WIB, ia melihat benda mencurigakan terapung tak bergerak di antara gelombang air laut. Setelah didekati, rasa curiga pun berubah menjadi kenyataan.
"Saya awalnya curiga karena dari kejauhan terlihat seperti tubuh manusia. Ternyata memang jenazah. Saya langsung melaporkan ke pihak terkait agar cepat ditangani," ujar Gio kepada petugas.
Setelah laporan masuk, informasi tersebut segera diteruskan kepada Abu Sairi, salah satu anggota Orari sektor Muncar. Ia kemudian menghubungi Pos TNI AL (Posal) Muncar untuk menindaklanjuti penemuan ini.
Dalam waktu singkat, tim gabungan yang terdiri dari personel Posal TNI Angkatan Laut Muncar, Koramil 0825/17 Muncar, Satpolairud, Polsek Muncar, relawan kemanusiaan, serta nelayan setempat langsung bergerak ke lokasi penemuan.
Jenazah kemudian berhasil dievakuasi menggunakan perahu nelayan dan segera dibawa ke Puskesmas Kedungrejo, Muncar, untuk dilakukan penanganan awal. Setelah itu, jenazah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan guna dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim medis dan kepolisian.
Danramil 0825/17 Muncar, Kapten Inf Sabar Wiyono, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiagaan dan menjalin sinergi dengan semua unsur maritim dan masyarakat nelayan.
"Kami sudah instruksikan seluruh jajaran untuk tetap siaga dan responsif terhadap setiap informasi dari masyarakat, baik terkait korban maupun barang-barang yang diduga berasal dari kapal yang tenggelam," ungkap Sabar.
Senada dengan itu, Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, memberikan apresiasi atas kerja cepat dan koordinasi lintas sektor yang solid dalam penanganan musibah ini. Ia menyatakan bahwa TNI akan terus mengawal proses evakuasi hingga seluruh korban dapat ditemukan.
"Sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, stakeholder maritim, dan masyarakat nelayan merupakan kunci utama dalam percepatan pencarian dan evakuasi korban. Kami akan terus berkomitmen hingga proses ini tuntas," tegas Letkol Joko.
Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menjadi salah satu tragedi maritim yang menyisakan luka mendalam bagi warga pesisir Banyuwangi dan sekitarnya. Meski beberapa korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi, masih ada sejumlah penumpang yang hingga kini dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Dengan ditemukannya satu jenazah lagi, harapan keluarga korban untuk memperoleh kepastian kian besar. Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat nelayan agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan di perairan sekitar.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
