BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Upaya pemberantasan praktik pembalakan liar di wilayah hutan Perhutani Banyuwangi Selatan kembali membuahkan hasil. Seorang pelaku berinisial MW berhasil ditangkap dalam operasi pengamanan hutan yang digelar tim gabungan, Selasa (8/7/2025).
Penangkapan berlangsung dramatis saat MW mencoba melarikan diri dari kejaran petugas. Tim patroli gabungan dari Perhutani dan Unit Reskrim Polsek Purwoharjo sebelumnya telah melakukan pemantauan rutin di kawasan hutan yang rawan pembalakan liar. Saat diperiksa, MW tidak mampu menunjukkan dokumen resmi kepemilikan 16 batang kayu jati yang dibawanya.
Kayu-kayu tersebut kemudian diamankan di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Gaul, sementara pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Purwoharjo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Purwoharjo, AKP Heru Slamet Hariyanto, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan selama beberapa waktu terakhir. Tim dari Perhutani disebut telah memantau aktivitas jaringan pembalak liar, termasuk pergerakan MW yang akhirnya berhasil diamankan.
"MW kami amankan karena kedapatan menyimpan 16 batang kayu jati yang diduga hasil pembalakan liar. Dari kejadian ini, Perhutani mengalami kerugian senilai Rp4.500.000," tegas AKP Heru.
Pihak kepolisian memastikan bahwa kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan jaringannya.
Administrator Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, mengapresiasi sinergi antara aparat dan masyarakat dalam melindungi kelestarian hutan.
Ia mengimbau warga sekitar agar tidak tergiur untuk ikut serta dalam aktivitas perusakan hutan yang hanya akan merugikan lingkungan dan generasi mendatang.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak hutan. Pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama," ujar Wahyu.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor dalam melawan praktik illegal logging di Indonesia, khususnya di kawasan hutan negara. Selain menimbulkan kerugian ekonomi, pembalakan liar juga mengancam keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam yang seharusnya dijaga bersama.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
