Jalanan Kembali Kondusif Pagi Hari
Setelah negosiasi panjang dan pengerahan pasukan tambahan, polisi akhirnya berhasil memukul mundur massa sekitar pukul 06.00 WIB. Kondisi Jalan Embong Malang pun perlahan kembali kondusif, meski masih dijaga ketat aparat untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Grandika juga membenarkan adanya indikasi penggunaan senjata tajam dalam peristiwa ini. Namun, pihaknya masih mendalami lebih lanjut apakah ada korban luka serius dari insiden tersebut.
“Untuk data korban, kami masih melakukan pendalaman. Saat ini fokus kami adalah meredam konflik dan mencegah agar bentrokan tidak berulang,” ujarnya.
Polisi menduga bentrokan ini melibatkan dua kelompok massa yang berasal dari kawasan Indonesia bagian timur. Meski begitu, identitas masing-masing kelompok belum dipublikasikan secara resmi karena masih dalam proses mediasi di tingkat Polrestabes Surabaya.
Grandika menegaskan bahwa pihaknya bersama Tim Jogoboyo Polrestabes Surabaya akan tetap berjaga di sekitar lokasi hingga situasi benar-benar aman. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada aksi balasan ataupun konsolidasi ulang dari kedua kubu.
“Sejauh ini, semua pihak sudah kami kumpulkan dan dipanggil untuk dilakukan mediasi. Kami imbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi,” tambahnya.
Peristiwa tawuran ini menjadi sorotan warga Surabaya, terlebih karena lokasinya berada di jantung kota dan dekat dengan kawasan perhotelan. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu liar yang beredar di media sosial, serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum pada kepolisian.
Hingga Minggu malam, situasi Embong Malang sudah terpantau aman dan terkendali. Namun aparat kepolisian tetap siaga penuh untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
