Selain itu, penerima wajib menjaga IPK minimal 3,00. Jika tidak terpenuhi, pihak kampus bersama Pemkot akan melakukan evaluasi dan berpotensi mencabut bantuan.
Menurut Eringgo, program ini bertujuan memastikan kendala ekonomi tidak menghalangi anak Surabaya melanjutkan kuliah. Beasiswa tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga mendukung kebutuhan perkuliahan lain.
“Beasiswa Pemuda Tangguh diberikan kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin atau pramiskin. Dengan adanya regulasi baru, kami ingin memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan menghasilkan lulusan kompeten,” jelasnya.
Hingga kini, Pemkot Surabaya sudah menjalin kerja sama dengan 15 perguruan tinggi — terdiri dari 9 kampus di Surabaya dan 6 kampus di luar kota. Akses pendaftaran pun kini lebih mudah melalui laman resmi secara daring.
“Keterlibatan kampus di luar Surabaya merupakan arahan langsung Bapak Wali Kota, agar mahasiswa yang terdampak musibah seperti orang tua meninggal atau terkena PHK tetap bisa melanjutkan kuliah,” tambah Eringgo.
Sepanjang tahun 2025, total penerima Beasiswa Pemuda Tangguh kategori mahasiswa mencapai 5.908 orang untuk dua semester. Surabaya menjadi satu-satunya kota yang menyalurkan beasiswa dua kali dalam setahun sekaligus menjamin keberlanjutan hingga lulus.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Surabaya. Harapan kami, lulusan penerima beasiswa kelak ikut aktif membangun kota, misalnya lewat program Kampung Pancasila di lingkungannya masing-masing,” pungkas Eringgo.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
