SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana hening menyelimuti malam di halaman sekolah SMK Ketintang Surabaya. Hampir seluruh ruangan gelap gulita. Hanya cahaya redup dari obor yang menemani ratusan siswa bersiap mengikuti prosesi upacara Api Unggun, tradisi sakral yang telah menjadi bagian turun-temurun kegiatan Outdoor Camp Program (OCP).
Hawa dingin menusuk kulit, namun antusiasme para peserta tak surut. Mereka berdiri berbaris rapi sesuai instruksi panitia. Sesekali terdengar tawa kecil di antara barisan, mencoba mencairkan ketegangan malam yang sunyi.
Ketika aba-aba penyulutan dikumandangkan, seluruh mata tertuju pada tumpukan kayu di tengah lapangan. Api mulai menjalar dari obor ke obor, disalurkan dari satu tangan ke tangan lainnya, menciptakan pemandangan yang begitu hangat dan penuh makna.
Api Unggun Sakral OCP SMK Ketintang Surabaya jadi Momen Kebersamaan, Semangat, dan Rasa Syukur siswa. Foto iNewsSurabaya/Dini
Tak lama, kendi berisi bahan bakar disulut dari tali yang diikat di lantai dua Hall MM. Seketika, nyala api membumbung tinggi, menerangi seluruh lapangan. Bayangan wajah-wajah peserta tampak menari di balik kobaran merah-oranye yang berkilau di malam hari. Sorak kagum pun pecah, mengiringi kobaran api yang menjadi simbol semangat dan persaudaraan.
“Di balik prosesi api unggun, ada nilai motivasi dan rasa syukur yang dalam. Kobaran api ini melambangkan semangat kita sebagai pionir—menyala terang di tengah kegelapan. Momen ini juga mengingatkan kita akan kuasa Tuhan dan pentingnya perenungan diri,” ujar Lazua, Ketua Penyelenggara OCP.
Malam itu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi seluruh peserta. Suara percikan api yang beradu dengan kesunyian malam menambah nuansa magis. Di sela momen tersebut, Alvin, Pembina Gugus Depan, memberikan amanat penuh makna agar peserta menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Tepuk Pramuka pun menggema, membakar kembali semangat para peserta di bawah cahaya api unggun.
Kegiatan OCP diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Angin sepoi pagi menambah kekhusyukan suasana dan menumbuhkan semangat nasionalisme di hati para siswa. Setelahnya, dilaksanakan upacara adat Pramuka yang sarat nilai kebersamaan dan disiplin.
Menjelang siang, para peserta dibagi dalam kelompok untuk mengikuti lomba membuat jamu tradisional. Mereka berkolaborasi mulai dari meracik bumbu hingga menyajikannya dengan ide kreatif masing-masing. Di sisi lain, anggota TNI hadir memberikan materi Wawasan Kebangsaan, menanamkan semangat integritas dan cinta tanah air melalui nilai-nilai Pancasila.
Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mencatat setiap penjelasan dengan antusias. Ada pula yang saling membantu memahami materi, melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang efektif.
“OCP ini menjadi peralihan dari tingkat Penggalang menuju Penegak. Kami ingin menunjukkan bahwa di jenjang Penegak, siswa belajar mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab penuh atas pilihannya,” jelas Lazua.
Ia menambahkan, kemandirian dan keberanian mengambil keputusan merupakan bekal penting agar siswa mampu tumbuh menjadi pribadi tangguh dan bijaksana.
Pagi hari terakhir, seluruh peserta mengikuti senam bersama untuk menjaga kebugaran dan membangkitkan energi positif. Udara sejuk menambah semangat mereka, terlihat dari wajah-wajah ceria yang berbaris di lapangan.
Kegiatan OCP kemudian ditutup dengan upacara penutupan serta pengumuman Desa Terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan kreativitas peserta selama kegiatan berlangsung.
Kobaran api unggun malam sebelumnya kini menjadi simbol semangat yang akan terus menyala di hati para siswa SMK Ketintang Surabaya semangat untuk terus berani, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menapaki perjalanan menuju masa depan.
Penulis:
Dini Jurnalis SMK Ketintang Surabaya
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
