Kredit Bank Jatim Naik 29 Persen Jadi Rp80,2 Triliun di Triwulan III 2025

Lukman Hakim
Teller Bank Jatim melayani nasabah di kantor cabang Bank Jatim, Surabaya.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp80,2 triliun hingga September 2025 atau triwulan III. Angka itu tumbuh 29 persen secara tahunan (year on year/YoY).

 

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan tingginya permintaan pembiayaan dari sektor produktif di daerah. Namun, pihaknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi bisnis.

 

“Kami melihat ekonomi masih menunjukkan permintaan kredit yang kuat. Namun, fokus kami saat ini adalah menjaga kualitas penyaluran kredit agar tetap berkelanjutan,” ujar Winardi, Kamis (30/10/2025).

 

Dari laporan keuangan konsolidasi hingga September 2025, total aset Bank Jatim mencapai Rp125,1 triliun, meningkat 17,3 persen dibanding tahun lalu. Peningkatan tersebut mayoritas berasal dari kontribusi aset produktif, terutama kredit yang tumbuh pesat serta pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp99,3 triliun, naik 13,5 persen YoY.

 

Dengan pengelolaan aset tersebut, Bank Jatim mampu mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp5,10 triliun, naik 29,2 persen YoY, dan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,14 triliun, tumbuh 23,5 persen YoY.

 

Selain ekspansi kredit, Bank Jatim juga memperkuat pendanaan dan jaringan bisnis melalui Kelompok Usaha Bank (KUB). Setelah mendapatkan izin dari OJK untuk ber-KUB dengan Bank NTB Syariah, Bank Jatim kini melanjutkan proses serupa dengan empat BPD lainnya yang telah menandatangani Shareholder Agreement (SHA).

 

Sebagai bagian dari pembentukan KUB, Bank Jatim telah menyertakan modal sebesar Rp100 miliar kepada Bank NTT pada 30 September 2025. Konsolidasi ini diharapkan memperluas jangkauan pembiayaan dan memperkuat likuiditas antar-BPD di Indonesia Timur.

 

Untuk memperkuat struktur pendanaan dan ekspansi bisnis, Bank Jatim juga telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap I senilai Rp2 triliun pada awal September 2025. Obligasi tersebut terdiri atas dua tenor, yakni 3 tahun dengan kupon 6,4 persen dan 5 tahun dengan kupon 6,7 persen, dengan tingkat oversubscribe 1,15 kali.

 

“Kredit yang tumbuh hampir 30 persen menunjukkan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap Bank Jatim. Dukungan pendanaan melalui obligasi dan sinergi KUB akan memperkuat kemampuan kami dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat dan produktif,” jelas Winardi.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network