Tingkatkan Mutu Vokasi, Kampus Ini Latih Guru SMK Gresik Kelola Teaching Factory Lebih Inovatif

Arif Ardliyanto
UWP melatih guru SMK Gresik untuk memperkuat Teaching Factory berbasis ekonomi kreatif. Program PKM ini membekali guru dengan keterampilan digital, branding, hingga penyusunan business plan. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dorongan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur mendapat angin segar. Universitas Wijaya Putra (UWP)  turun langsung ke lapangan melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), memberikan pelatihan intensif bagi para guru SMK agar siap melahirkan lulusan yang benar-benar dibutuhkan dunia industri.

Program ini merupakan hasil kemenangan hibah Penelitian dan PKM Kemdikbudristek 2025. Dengan tajuk “Peningkatan Kapasitas Guru dalam Mendukung Teaching Factory di SMK Gresik Berbasis Ekonomi Kreatif”, kegiatan dilaksanakan di SMK Hidayatul Ummah (SMEKHUM) Gresik. 

Fokus utama program adalah membantu guru memperkuat pengelolaan Teaching Factory (TEFA), sebuah model pembelajaran berorientasi industri yang kini makin vital dalam pendidikan vokasi.

Meski TEFA sudah banyak diterapkan, tidak sedikit guru yang masih membutuhkan pendampingan dalam mengintegrasikan prinsip ekonomi kreatif agar produk yang dihasilkan tidak hanya bagus untuk pembelajaran, tetapi juga layak jual.

Hal inilah yang mendorong tim PKM UWP yang diketuai Yeni Probowati, S.Pd., M.Pd., bersama para dosen dan mahasiswa lintas jurusan, mereka adalah Dwi Elok Indriastuti, SH., M.Hum. dan Yuli Ermawati, SE., M.Ak., sebagai anggota dosen dan 3 mahasiswa dari jurusan sastra Inggris, Psikologi, dan Teknik Industri yang memberikan pelatihan intensif. 

Mereka hadir membawa pendekatan baru. Mereka merancang pelatihan komprehensif mulai dari konsep TEFA, pengembangan produk kreatif, pemasaran digital, hingga penyusunan model bisnis.

“Potensi di SMK ini sangat besar. Dengan sentuhan ekonomi kreatif, produk TEFA bisa menjadi sumber pendapatan bagi sekolah dan siswa. Guru adalah kunci utama, sehingga peningkatan kapasitas mereka sangat penting,” ujar Yeni membuka kegiatan.


UWP melatih guru SMK Gresik untuk memperkuat Teaching Factory berbasis ekonomi kreatif. Program PKM ini membekali guru dengan keterampilan digital, branding, hingga penyusunan business plan. Foto iNewsSurabaya/ist

Kepala SMK Hidayatul Ummah, Yulistiana, S.Kom., M.Pd., menyambut baik pelatihan ini. Ia mengakui bahwa selama ini sekolah lebih banyak fokus pada sisi produksi, sementara pemasaran dan pengemasan belum tergarap optimal.

“Dengan ilmu dari UWP, kami mendapat strategi baru. Tidak hanya soal membuat produk, tetapi juga bagaimana produk itu dikenal dan diminati masyarakat,” ungkapnya.

Para guru juga mengikuti workshop praktik untuk menyusun ulang business plan setiap unit TEFA. Mahasiswa UWP turut memberikan ide kreatif, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk promosi.

Program PKM ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Tim UWP berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan agar materi yang disampaikan benar-benar diterapkan di sekolah.

“Ini adalah bagian dari komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi UWP, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus berjalan agar pendidikan vokasi semakin kuat dan mampu bersaing,” tutup Yeni.

Kegiatan yang dimulai sejak September 2025 itu ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima barang dan rencana tindak lanjut—sebuah langkah awal menuju kemitraan yang saling menguntungkan antara UWP dan sekolah-sekolah vokasi di Gresik.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network