SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Kemajuan teknologi digital mengubah cara mahasiswa belajar, dari mengakses materi kuliah hingga mengerjakan tugas secara daring. Namun, di balik kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan, media digital juga menyimpan risiko gangguan yang dapat menurunkan motivasi belajar.
Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir menghadirkan perubahan signifikan dalam proses pembelajaran mahasiswa. Platform dan perangkat digital kini menjadi alat utama dalam aktivitas akademik, mulai dari mengakses materi kuliah, mengikuti pembelajaran daring, hingga menyelesaikan tugas.
Perubahan ini tidak hanya memengaruhi metode pengajaran, tetapi juga berkaitan langsung dengan motivasi belajar mahasiswa. "Dengan memahami bagaimana media digital memengaruhi motivasi, institusi pendidikan dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif," tulis Micheline Kayla Vyolita Munda, mahasiswa Universitas Airlangga
Media belajar digital merujuk pada bahan ajar dan aktivitas pembelajaran yang disampaikan melalui perangkat elektronik. Mahasiswa dapat memanfaatkan video penjelasan, platform pembelajaran daring, artikel online, simulasi interaktif, maupun e-book untuk mendukung pemahaman mereka.
Kemudahan akses kapan saja dan dari mana saja membuat proses belajar lebih fleksibel. Materi digital memungkinkan mahasiswa mengulang penjelasan sesuai kebutuhan tanpa batasan waktu, sehingga meningkatkan peluang pemahaman yang lebih mendalam.
Pemanfaatan media digital juga dapat memberikan dorongan motivasi. Materi pembelajaran yang visual dan interaktif membuat mahasiswa lebih mudah berkonsentrasi dan menangkap inti penjelasan. Fleksibilitas waktu dan tempat memungkinkan mahasiswa menyesuaikan kebiasaan belajar sehingga muncul rasa nyaman dan mandiri.
Keberagaman sumber belajar yang tersedia secara online mendorong mahasiswa mengeksplorasi pengetahuan di luar materi perkuliahan. Hal ini pada akhirnya memperkuat minat dan motivasi intrinsik dalam belajar.
Meski menawarkan kemudahan, media digital juga memiliki sisi yang dapat menghambat motivasi belajar. Perangkat digital sering menjadi sumber gangguan karena adanya berbagai aplikasi hiburan yang mudah diakses.
Ketergantungan pada teknologi juga membuat mahasiswa kurang fokus dalam pembelajaran tatap muka. Kendala seperti koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat yang tidak mendukung dapat menurunkan minat belajar. Pembelajaran digital yang dilakukan secara intens juga berpotensi menimbulkan kejenuhan sehingga mahasiswa merasa kurang bersemangat.
Menurut Munda, penggunaan media digital yang seimbang dan terarah sangat diperlukan agar manfaatnya dapat dimaksimalkan tanpa mengurangi motivasi belajar mahasiswa. "Baik mahasiswa maupun dosen perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif melalui pemanfaatan teknologi secara bijaksana," tulisnya.
Keberhasilan pemanfaatan media digital dalam pendidikan bergantung pada kemampuan mahasiswa dan institusi pendidikan untuk menyeimbangkan keunggulan teknologi dengan pengelolaan gangguan yang muncul.
Penulis
Micheline Kayla Vyolita Munda (Mahasiswa UNAIR Teknik Industri)
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
