Ada Aksi Mogok Tukang Jagal, RPH Pegirikan Pastikan Stok Daging Aman

Trisna Eka Adhitya
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto. Foto : Surabaya.iNews./Trisna.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda memastikan ketersediaan daging sapi di Surabaya dalam kondisi aman meski terjadi aksi mogok pemotongan sapi di sejumlah wilayah.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho menyebutkan, kebutuhan daging sapi di Surabaya rata-rata mencapai sekitar 40 ton per hari, dengan sekitar 20 ton di antaranya dipasok dari aktivitas pemotongan di RPH Surabaya.

“Untuk Surabaya itu kebutuhannya sekitar 40 ton. Dari jumlah itu, sekitar 20 ton berasal dari pemotongan di RPH Surabaya,” ujar Fajar usai berdialog dengan mitra jagal RPH Pegirikan pada Senin (12/01/2026).

Terkait dampak kebijakan tidak beroperasinya salah satu unit pemotongan, Fajar menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema pengamanan pasokan. Saat ini, Unit RPH Kedurus masih beroperasi normal dan terus melakukan pemotongan sapi.

“Akibat aksi mogok memang sempat ada kekhawatiran masyarakat kesulitan mendapatkan daging segar. Tapi saya pastikan, hari ini ketersediaan daging masih cukup. RPH Kedurus masih memotong sapi,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak panik karena daging sapi masih bisa diperoleh melalui RPH Surya Mart maupun 11 outlet pasar tradisional yang selama ini disuplai oleh mitra jagal. “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panik. Daging sapi tetap tersedia dan kualitasnya terjamin,” tambahnya.

Fajar menjelaskan, RPH Tambak Oso Wilangun dibangun untuk memberi kesempatan kepada jagal-jagal eksisting agar dapat berpindah dan beroperasi di fasilitas yang lebih modern. Namun, jika kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan, RPH Surabaya membuka peluang bagi jagal dari luar daerah.

“Prioritas kami tetap jagal-jagal yang selama ini beroperasi. Tapi kalau tidak ikut pindah, pasti jumlah jagalnya berkurang dan akan diisi oleh jagal-jagal baru,” jelasnya.

Menurut Fajar, minat dari jagal luar daerah cukup tinggi, mulai dari Gresik, Lamongan, hingga Sidoarjo. “Respon dari jagal luar lumayan banyak. Karena pemotongan ini industri pangan yang menarik. Jadi ini ruang terbuka,” katanya.

Meski demikian, Fajar menegaskan masih ada ruang dialog bagi jagal lama yang belum siap pindah. “Kalau masih mau diskusi soal waktu pindah, itu masih ada ruang. Tapi kalau sudah tidak mau memanfaatkan RPH Tambak Oso Wilangon, itu frame-nya berbeda,” ujarnya.

Fajar juga meluruskan informasi terkait relokasi. Ia menegaskan bahwa yang dipindah hanyalah tempat pemotongan, sementara Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging tetap berada di Jalan Arimbi, Pegirian.

“Yang pindah itu tempat pemotongannya saja. Pasar Daging Arimbi tidak pindah, tetap di Pegirian,” tegasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network