Stadion Gajayana dan Perpisahan Abadi Abah Kuncoro, Legenda Arema FC yang Gugur di Tanah Kejayaan

Arif Ardliyanto
Kepergian Abah Kuncoro di laga 100 tahun Stadion Gajayana Malang meninggalkan duka mendalam dan kenangan kejayaan sepak bola Arema FC. Foto Surabaya.iNews.id/tangkap layar

Kabar duka itu dikonfirmasi manajemen Arema FC melalui akun resmi klub. Ucapan belasungkawa mengalir dari keluarga besar Singo Edan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar Arema FC turut berduka sedalam-dalamnya atas berpulangnya Abah Kuncoro,” tulis manajemen klub.

Lebih dari sekadar asisten pelatih, Kuncoro adalah simbol kesetiaan. Hidupnya diabdikan untuk Arema dan sepak bola Malang. Dari pinggir lapangan hingga ruang ganti, nasihatnya menjadi pegangan generasi demi generasi.

Ironis sekaligus sakral, Stadion Gajayana yang seharusnya merayakan usia satu abad justru menjadi tempat perpisahan terakhir seorang legenda. Namun seperti stadion itu sendiri, nama Kuncoro tak akan lapuk oleh waktu. Ia akan terus hidup dalam cerita kejayaan Arema, di tribun-tribun tua Gajayana, dan di hati Aremania.

Sepak bola Malang berduka, tetapi warisan Abah Kuncoro akan selamanya menjadi bagian dari jiwa Stadion Gajayana.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network