Laga Eksebisi Banteng Jatim vs Diklat Anfa, Penutup Inspiratif Liga Progresif Surabaya

Saiful Arif
Laga eksebisi Banteng Jatim melawan Diklat Anfa menjadi penutup Liga Progresif Surabaya sekaligus bukti komitmen pembinaan sepak bola usia muda. (Foto Surabaya.iNews.id/alup).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sorak semangat dan mimpi besar para pesepak bola muda terasa kuat saat Klub Banteng Jatim melakoni laga eksebisi melawan Diklat Anfa Surabaya. Pertandingan ini bukan sekadar uji coba, melainkan simbol penghargaan atas kerja keras pembinaan usia muda yang telah berjalan sepanjang Liga Progresif Surabaya.

Diklat Anfa sendiri merupakan tim seleksi gabungan dari para pemain terbaik Liga Progresif Surabaya. Selama kompetisi, mereka menunjukkan perkembangan signifikan, mulai dari kemampuan teknik, pemahaman taktik, hingga mental bertanding di lapangan. Kesempatan menghadapi klub senior seperti Banteng Jatim menjadi pengalaman berharga sekaligus suntikan motivasi bagi para pemain muda tersebut.

Pelatih Banteng Jatim, Anis Setiawan, menegaskan bahwa laga eksebisi ini lahir dari kepedulian terhadap masa depan sepak bola Surabaya. Menurutnya, pembinaan usia dini dan remaja harus mendapatkan ruang apresiasi agar para pemain terus termotivasi berkembang.

“Laga ini bukan sekadar pertandingan. Ini bentuk dukungan kami terhadap pembinaan usia muda. Dari Liga Progresif Surabaya, kami melihat banyak potensi yang layak mendapat perhatian lebih,” ujar Coach Anis.


Laga eksebisi Banteng Jatim melawan Diklat Anfa menjadi penutup Liga Progresif Surabaya sekaligus bukti komitmen pembinaan sepak bola usia muda. Foto Surabaya.iNews.id/alup

Bagi Diklat Anfa, laga ini menjadi penutup yang manis setelah melalui kompetisi panjang yang penuh proses dan pembelajaran. Pelatih Diklat Anfa sekaligus Koordinator Liga Progresif Surabaya, Emil Indra, menyebut laga eksebisi ini sebagai tolok ukur hasil pembinaan yang telah dijalankan.

“Diklat Anfa adalah gabungan pemain terbaik Liga Progresif. Bertanding melawan Banteng Jatim memberi pengalaman berharga bagi anak-anak sekaligus gambaran sejauh mana pembinaan kami berjalan,” kata Emil.

Dukungan terhadap pembinaan berjenjang juga disampaikan Asisten Manajer Banteng Jatim, Eri Irawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya. Ia menilai Liga Progresif memiliki peran strategis dalam membangun fondasi sepak bola daerah.

“Kompetisi pembinaan seperti Liga Progresif ini sangat penting. Dari sinilah bibit-bibit pemain masa depan Surabaya dan Jawa Timur lahir. Harapannya, dukungan terhadap pembinaan bisa terus berkelanjutan,” ungkap Eri.

Laga eksebisi berlangsung dalam suasana sportif dan penuh antusiasme. Selain menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas sepak bola, pertandingan ini juga dimanfaatkan sebagai evaluasi akhir sebelum Liga Progresif Surabaya resmi ditutup.

Penutupan Liga Progresif Surabaya melalui laga eksebisi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia dini dan remaja di Kota Pahlawan. Dari lapangan-lapangan inilah, mimpi para pesepak bola muda mulai dirajut menuju level yang lebih tinggi.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network