Dunia Usaha Cari Kepastian, APINDO Jatim Datangi Polda Jatim di Tengah Tekanan Ekonomi

Arif Ardliyanto
Di tengah perlambatan ekonomi, APINDO Jatim beraudiensi dengan Polda Jatim untuk memastikan dunia usaha tetap aman, kondusif, dan berkelanjutan. Foto Surabaya.iNews.id/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perlambatan ekonomi yang mulai terasa di berbagai sektor mendorong dunia usaha dan aparat keamanan untuk duduk bersama. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur menyambangi Mapolda Jatim, membawa satu pesan utama: menjaga stabilitas industri agar roda ekonomi tetap berputar dan tenaga kerja terlindungi.

Audiensi yang dipimpin Ketua DPP APINDO Jatim, Eddy Widjanarko, itu berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh dialog. Di hadapan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto beserta jajaran pejabat utama Polda Jatim, APINDO menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan pelaku usaha di tengah tekanan ekonomi global.

Bagi APINDO Jatim, tantangan ekonomi saat ini tidak hanya soal angka pertumbuhan atau investasi, tetapi juga menyangkut nasib ribuan pekerja. Karena itu, Eddy menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendorong pengusaha agar sebisa mungkin mempertahankan operasional usaha dan menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Situasi ekonomi memang menantang, tapi komitmen kami jelas. Dunia usaha di Jawa Timur harus tetap bertahan, dan hubungan industrial harus dijaga tetap kondusif,” ujar Eddy dalam pertemuan tersebut.

Lebih dari sekadar isu ketenagakerjaan, APINDO Jatim juga menyoroti pentingnya kepastian keamanan bagi dunia industri. Menurut Eddy, iklim usaha yang aman dan stabil menjadi fondasi utama agar investasi—baik dari dalam negeri maupun luar negeri—tetap masuk ke Jawa Timur.

Ia menilai, Jawa Timur masih memiliki daya tarik besar bagi investor. Perbaikan sistem perizinan, dukungan pemerintah daerah, serta posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang ekonomi kawasan timur Indonesia menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor.

Dalam audiensi itu pula, APINDO Jatim mengangkat peluang ekspansi pasar ekspor, khususnya ke Eropa. Implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) disebut sebagai momentum strategis bagi industri Jawa Timur untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di tingkat global.

“IEU–CEPA membuka peluang besar bagi industri Jawa Timur. Ini bukan hanya soal ekspor, tapi juga soal meningkatkan kualitas dan daya saing produk kita di pasar internasional,” kata Eddy.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto memastikan kesiapan Polda Jatim untuk terus bersinergi dengan dunia usaha. Ia menegaskan, kepolisian memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar aktivitas industri dan investasi dapat berjalan tanpa gangguan.

“Polda Jawa Timur berkomitmen menjaga kondusivitas dunia usaha. Keamanan yang stabil adalah kunci agar industri dan investasi bisa tumbuh secara berkelanjutan,” tegas Nanang Avianto.

Ia juga mengungkapkan keberadaan desk khusus ketenagakerjaan di Polda Jatim. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang komunikasi dan mediasi ketika terjadi persoalan hubungan industrial di lapangan, sehingga konflik tidak berlarut dan dapat diselesaikan secara dialogis.

Tak hanya berbicara soal bisnis dan keamanan, APINDO Jatim juga menyampaikan agenda sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Organisasi pengusaha ini berencana menggelar kegiatan bakti sosial berupa penyaluran bantuan sembako pada awal Maret 2026.

Audiensi tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Jatim, antara lain Karoops Kombes Pol Nurhandono, Dirintelkam Kombes Pol Bondan Witjaksono, Dirreskrimsus Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, serta Dirpamobvit Kombes Pol Wawan Kristyanto.

Sementara dari APINDO Jatim, hadir Dewan Pertimbangan Hermawan Santoso, Bendahara Soejanto Widjaja, Budianto Budi (Hubungan Industrial), Wakil Bendahara Henry Setiawan, Johnson M. Simanjuntak (Organisasi dan Pengembangan Daerah), Imelda V. Harsono (Ketenagakerjaan Wanita), Utami Prasetyawati (Transportasi dan Logistik), Sekretaris DPH Dwi Ken Hendrawanto, Sekretaris Eksekutif Aslakhul Umam, serta James Waskito dari bidang Hubungan Industrial.

Pertemuan ini menjadi penegasan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan aparat keamanan bukan sekadar formalitas. Di tengah tantangan ekonomi, sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi Jawa Timur, melindungi tenaga kerja, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi industri lokal hingga ke Eropa.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network