"Keterlibatan perusahaan asuransi dinilai krusial karena sebagian besar pasien mengandalkan jaminan pembiayaan untuk mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri. Koordinasi yang baik antara pihak rumah sakit dan asuransi diyakini dapat mempercepat proses persetujuan tindakan medis serta mengurangi ketidakpastian biaya," katanya.
Dalam praktiknya, terdapat lima bidang medis yang paling sering menjadi alasan pasien Indonesia mencari rujukan ke Malaysia, yakni kardiologi (jantung), ortopedi (tulang dan sendi), onkologi (kanker), gastroenterologi (pencernaan), serta obstetri dan ginekologi.
Kasus-kasus tersebut umumnya memerlukan penanganan spesialis dengan teknologi dan sistem perawatan terkoordinasi. Selain itu, tidak sedikit pasien yang datang untuk mendapatkan second opinion guna memastikan akurasi diagnosis sebelum menjalani tindakan medis lebih lanjut.
"Saat ini, jaringan IHH di Malaysia mencakup 18 rumah sakit yang menerima pasien internasional, termasuk dari Indonesia," ujarnya
Untuk mempermudah konsultasi rujukan, IHH juga menghadirkan kantor perwakilan di beberapa kota Indonesia. Lokasinya antara lain berada di Summarecon Mall Kelapa Gading, Tunjungan Plaza Surabaya, Delipark Mall Medan, serta Bayfront Mall Batam. Tahun ini, pembukaan kantor perwakilan baru direncanakan hadir di Pontianak.
Keberadaan kantor tersebut berfungsi sebagai pusat informasi dan konsultasi awal sebelum pasien memutuskan menjalani perawatan ke Malaysia.
Penguatan kerja sama layanan kesehatan Indonesia–Malaysia ini diharapkan tidak sekadar mempermudah rujukan, tetapi juga menciptakan sistem yang lebih transparan dan terintegrasi.
Bagi pasien dan keluarga, yang terpenting bukan hanya kualitas medis, tetapi juga kepastian proses, komunikasi yang jelas, serta rasa aman selama menjalani perawatan. Kolaborasi lintas negara ini menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan tersebut di tengah meningkatnya mobilitas pasien Indonesia ke luar negeri.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
