Surabaya Disiapkan Jadi Pusat Konsolidasi Pengusaha Muda Nasional, Ini Alasan HIPMI Jatim

Arif Ardliyanto
HIPMI Jatim mengusulkan Surabaya sebagai tuan rumah Munas HIPMI 2026. Faktor ekonomi, letak geografis, dan kesiapan fasilitas jadi dasar pengajuan. Foto ist

MAKASSAR, iNewsSurabaya.id – Komitmen mendorong penguatan ekonomi Jawa Timur kembali ditegaskan oleh BPD HIPMI Jawa Timur. Organisasi pengusaha muda tersebut resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI tahun 2026, sebuah agenda strategis yang akan menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi ke depan.

Pernyataan itu disampaikan langsung Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, dalam forum Sidang Dewan Pleno (SDP) XVIII HIPMI 2026 yang digelar di Makassar, 14–16 Februari 2026.

Pengajuan tersebut merupakan hasil keputusan resmi Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) BPD HIPMI Jawa Timur. Seluruh 38 BPC HIPMI kabupaten/kota se-Jawa Timur menyatakan dukungan penuh—jumlah yang menjadi salah satu kekuatan struktural terbesar di Indonesia.

Menurut Ahmad Salim Assegaf, dukungan kolektif itu mencerminkan soliditas internal sekaligus kesiapan Jawa Timur mengemban amanah sebagai tuan rumah agenda nasional berskala besar.

“Ini adalah keputusan bersama. Dukungan 38 BPC menunjukkan kesiapan organisasi kami untuk menyukseskan Munas XVIII HIPMI,” ujarnya.

Dalam proposal resmi, Himpunan Pengusaha Muda Indonesiatingkat Jawa Timur mengusulkan Surabaya sebagai kota penyelenggara Munas XVIII HIPMI 2026.

Sebagai ibu kota provinsi dan kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya dinilai memiliki infrastruktur lengkap. Mulai dari fasilitas konvensi berskala besar, jaringan hotel berbagai kelas, hingga sistem transportasi udara, darat, dan laut yang terintegrasi.

Faktor geografis juga menjadi pertimbangan strategis. Letak Surabaya di wilayah tengah Indonesia membuat akses peserta dari barat hingga timur relatif lebih efisien, sehingga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi ribuan pengusaha muda dari seluruh provinsi.

“Surabaya sangat representatif, baik dari sisi fasilitas, pengalaman penyelenggaraan event nasional, maupun aksesibilitasnya,” kata Ahmad.

Dari sisi ekonomi, Jawa Timur konsisten mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata nasional serta berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Surabaya sendiri telah lama menjadi pusat perdagangan, industri, dan jasa di kawasan timur Indonesia.

Menurut Ahmad, penyelenggaraan Munas XVIII HIPMI di Jawa Timur bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.

“Jawa Timur adalah motor penting ekonomi Indonesia. Munas di sini akan memberi nilai strategis bagi penguatan peran pengusaha muda di level nasional,” tegasnya.

Dengan pengalaman mengelola berbagai agenda regional dan nasional, HIPMI Jawa Timur dinilai memiliki kesiapan teknis dan manajerial untuk menangani event dengan peserta dalam jumlah besar, termasuk delegasi dari 38 BPD se-Indonesia.

Langkah ini juga selaras dengan visi pembangunan daerah yang mendorong Jawa Timur sebagai gerbang baru perekonomian nasional menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Dukungan resmi turut diberikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui surat dukungan tertulis.

Bagi HIPMI Jatim, sinergi antara organisasi dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting agar Munas XVIII HIPMI 2026 tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami siap menyambut pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Jawa Timur solid dan berkomitmen penuh menyukseskan Munas XVIII HIPMI 2026,” pungkas Ahmad Salim Assegaf.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network