Apem dan Doa, Simbol Sakral dalam Tradisi Megengan Jelang Ramadhan

Lukman Hakim
Gunungan kue apem dalam acara Megengan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. (Foto : Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Tradisi Megengan kembali digelar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya sebagai penanda datangnya bulan suci ramadhan 1447 Hijriah. 

Ratusan santri TK, RA, dan TPQ, generasi muda, para ustaz dan ustazah, hingga wali santri turut memeriahkan kegiatan tersebut. Nuansa religius berpadu dengan keceriaan anak-anak, menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Tradisi khas masyarakat Jawa ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati dan memperkuat kepedulian sosial sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Megengan, yang secara turun-temurun menjadi tradisi masyarakat Jawa menjelang ramadan. Megengan dimaknai sebagai ajang introspeksi diri, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi. 

Megengan berasal dari kata megeng yang artinya ngempet, dan megengan menjadi pengingat bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan puasa.

Tradisi megengan merupakan hasil akulturasi budaya Jawa dan ajaran Islam yang berkembang sejak masa Kerajaan Demak sekitar tahun 1500 Masehi. 

Tradisi ini menjadi salah satu bentuk penyebaran nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan kearifan lokal masyarakat Jawa. Tujum dari tradisi ini adalah untuk mengirim doa kepada keluarga yang telah meninggal, syukuran, menjalin momen kebersamaan antar warga serta sebagai penguatan spiritual.

Dalam acara megengan, apem adalah jajanan yang wajib ada. Apem terbuat dari tepung beras yang dicampur ragi, air, santan, tape dan sedikit gula kemudian dikukus, memiliki rasa manis dan aroma yang khas. 

Katanya, apem bermakna permohonan maaf sebab berasal dari serapan bahasa Arab "Afwun". Apem dimaksud sebagai simbol permohonan maaf kepada sesama dan permohonan ampunan kepada Tuhan. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Megengan menjadi simbol kesiapan lahir dan batin masyarakat Jawa Timur dalam menyambut ramadhan.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network