IRAN, iNews Surabaya.id - Sebuah bendera merah terlihat berkibar di atas kubah Masjid Jamkaran pada Minggu (1/3/2026). Pengibaran bendera tersebut langsung menarik perhatian dunia karena dalam tradisi Syiah Iran, bendera merah dikenal sebagai simbol seruan untuk menuntut balas atas darah para martir.
Bendera tersebut dikibarkan di kota suci Qom, sekitar 120 kilometer dari ibu kota Teheran. Dalam sejumlah laporan media Iran, pengibaran bendera dilakukan setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk rangkaian serangan yang dikaitkan dengan konflik antara Iran dan pihak asing.
Pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Dr. Ahmad Rizal Pahlevi, menilai simbol tersebut memiliki makna kuat dalam konteks budaya dan politik Iran.
“Dalam tradisi Syiah, bendera merah melambangkan darah yang tertumpah secara tidak adil. Biasanya bendera ini dikibarkan sebagai seruan moral dan spiritual agar keadilan ditegakkan,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya kepada media, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa tulisan pada bendera tersebut biasanya berbunyi “Ya La-Tharat al-Hussein”, yang berarti seruan untuk membalas darah Imam Hussein, tokoh penting dalam sejarah Islam Syiah. Simbol ini juga sering digunakan dalam peringatan tragedi Karbala yang diperingati setiap tahun oleh umat Syiah.
Menurut analis hubungan internasional dari Centre for Strategic and International Studies, Dr. Lina Prasetyo, pengibaran bendera merah di Iran bukan sekadar simbol religius, tetapi juga memiliki pesan politik.
“Ketika bendera merah dikibarkan di tempat suci seperti Masjid Jamkaran, itu sering dimaknai sebagai sinyal emosional dan politik kepada publik bahwa ada ketidakadilan yang harus dibalas,” jelas Lina.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
