SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, sebagian orang kerap mengeluhkan bau mulut yang tidak sedap.
Namun dalam ajaran Islam, kondisi tersebut memiliki makna spiritual sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut sering menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Islam. Para ulama menjelaskan bahwa makna hadis itu bukan berarti bau mulut orang yang berpuasa benar-benar harum bagi manusia, melainkan menunjukkan kemuliaan dan pahala yang Allah SWT berikan kepada orang yang menjalankan puasa dengan ikhlas.
Ustaz Muhammad Yusuf dari Sidoarjo menjelaskan bahwa hadis tersebut harus dipahami dari sisi nilai ibadah, bukan dari sisi kebersihan fisik.
“Bau mulut orang yang berpuasa secara fisik memang tidak sedap. Namun di sisi Allah memiliki nilai kemuliaan karena muncul dari ketaatan dalam menjalankan ibadah puasa,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Secara medis, bau mulut saat berpuasa biasanya terjadi karena lambung dalam keadaan kosong serta berkurangnya produksi air liur yang berfungsi membersihkan bakteri di rongga mulut. Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah berkembang dan memicu aroma tidak sedap.
Meski demikian, Islam tetap menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan, termasuk kebersihan mulut selama menjalankan puasa.
Agar tetap nyaman saat beraktivitas selama berpuasa, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga napas tetap segar. Di antaranya, menyikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur, mencukupi kebutuhan air saat sahur dan berbuka,
menghindari makanan beraroma kuat saat sahur, menggunakan siwak atau membersihkan sela gigi dan membersihkan sela gigi dapat membantu menghilangkan sisa makanan yang berpotensi menjadi sumber bakteri.
Ustaz Yusuf juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan mulut merupakan bagian dari ajaran Islam. “Walaupun ada hadis yang menyebut bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah, umat Islam tetap dianjurkan menjaga kebersihan mulut. Rasulullah sangat menganjurkan bersiwak,” jelasnya.
Selain menjaga kesehatan mulut, umat Islam juga dianjurkan menjaga perkataan dan perilaku selama berpuasa. Sebab, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
