BEKASI, iNewsSurabaya.id - Kisah heroik nan menyentuh muncul di tengah tragedi kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Seorang penumpang perempuan dilaporkan selamat dari luka fatal berkat sebuah tas pendingin (cooler bag) berisi ASI perah.
Kecelakaan maut tersebut terjadi saat rangkaian KA Jarak Jauh menghantam bagian belakang KRL, yang merupakan area gerbong khusus perempuan. Benturan keras mengakibatkan kerusakan parah pada kabin penumpang; material besi tajam bahkan menembus dinding kereta dan mengancam keselamatan para penumpang yang terjebak.
Salah satu korban selamat, yang berada di posisi paling dekat dengan titik benturan, mengaku terlindungi oleh cooler bag yang ia bawa. Tas tersebut secara tidak sengaja menahan serpihan besi tajam yang meluncur ke arah tubuhnya.
Kondisi di dalam gerbong yang gelap dan kacau membuat korban awalnya tidak menyadari penyebab dirinya selamat. Setelah berhasil dievakuasi dari himpitan kursi, dia menyadari bahwa tas yang dipeluk telah robek, dengan kantong-kantong ASI di dalamnya pecah karena menahan beban benturan dan besi.
Saksi mata di lokasi, Yuni Pratiwi menggambarkan suasana mencekam sesaat setelah tabrakan. "Kondisinya sangat kacau dan penuh teriakan. Saya melihat banyak barang berserakan, termasuk beberapa tas perlengkapan bayi danooler bag ASI milik para ibu pekerja yang sedang menempuh perjalanan pulang," ungkapnya, Rabu (29/4/2026).
Kisah ini pun viral di media sosial, memicu gelombang simpati dari warganet. Banyak yang memandang peristiwa ini sebagai pengingat akan perjuangan ibu pekerja di tengah risiko transportasi publik.
Selain menghadirkan kisah kemanusiaan, tragedi ini menjadi catatan kelam bagi dunia transportasi. Publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan dan standar keamanan kereta api di Indonesia guna mencegah berulangnya kecelakaan serupa di masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
