Kabar Mengejutkan! KH Moh Hasan Mutawakkil Mengundurkan Diri dari Ketua MUI Jatim, Ini Respon Pusat

Arif Ardliyanto
Pengunduran diri KH Moh Hasan Mutawakkil dari Ketua MUI Jawa Timur mengejutkan banyak pihak. Ia memilih fokus pada pemulihan kesehatan. Foto Surabaya.iNews.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana buka puasa di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendadak berubah haru. Di hadapan para kiai, masyayikh, dan pengurus, Ketua Umum MUI Jatim Moh Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan keputusan penting: mundur dari jabatannya.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ulama yang selama ini dikenal aktif membangun komunikasi antarulama di Jawa Timur itu mengaku harus fokus pada pemulihan kesehatan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis.

Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa beberapa waktu terakhir dirinya merasakan gangguan kesehatan yang cukup mengganggu aktivitas. Kondisi itu membuatnya harus menjalani berbagai pemeriksaan medis secara menyeluruh.

“Setelah itu Al Fakir melakukan pemeriksaan medis, baik MRI maupun pemeriksaan lain di Jakarta. Atas bantuan Bapak Presiden, saya bisa langsung diterima dan diperiksa di sana,” ujarnya.

Tak hanya di dalam negeri, ia juga mencari pengobatan hingga ke luar negeri. Beberapa negara yang ia datangi antara lain Malaysia dan Thailand untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis yang direkomendasikan.

Saat menjalani pemeriksaan di luar negeri, KH Hasan Mutawakkil mengaku mendapatkan pendekatan pengobatan yang berbeda dari yang pernah ia terima sebelumnya. Ia hanya diberikan satu jenis obat dengan aturan yang cukup ketat.

“Saya diberi obat hanya satu jenis dan tidak boleh lebih. Kata dokter tidak boleh banyak-banyak obat. Obat itu bahkan belum pernah saya terima dari dokter di Indonesia,” tuturnya.

Setelah mengonsumsi obat tersebut, ia merasakan perubahan pada kondisinya. Keluhan pusing yang sebelumnya cukup mengganggu mulai berkurang, meskipun masih ada kendala saat berbicara.

“Setelah saya minum obat itu, pusing saya agak hilang. Tetapi bicara saya masih agak sulit,” katanya.

Hasil pemeriksaan medis sebenarnya menunjukkan kabar yang cukup baik. Dokter menyatakan kondisi organ vitalnya masih dalam keadaan normal.

“Dokter menyampaikan bahwa rekam otak saya normal, jantung saya juga normal,” jelasnya.

Namun, para dokter memberi satu catatan penting: ia harus mengurangi aktivitas dan melepaskan berbagai tanggung jawab yang berpotensi menambah beban pikiran.

“Dokter menyarankan saya harus lepas dari beban, tidak boleh ada tugas apa pun dan harus beristirahat dulu,” ujarnya.

Pengunduran Diri Diterima Pimpinan MUI Jatim

Atas pertimbangan kesehatan tersebut, KH Hasan Mutawakkil akhirnya menyampaikan pengunduran dirinya kepada jajaran pimpinan Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur.

Keputusan itu telah dibahas dalam rapat internal bersama Dewan Pimpinan MUI Jatim sebelum acara buka puasa berlangsung.

“Tadi pagi sebelum acara ini, Al Fakir sudah mengadakan rapat dengan Dewan Pimpinan MUI. Alhamdulillah sudah mencapai kesepakatan dan Dewan Pimpinan menerima pengunduran diri Al Fakir,” ungkapnya.

Selanjutnya, proses penentuan pengganti Ketua Umum MUI Jawa Timur akan menjadi kewenangan Dewan Pertimbangan MUI. Nama-nama calon pengganti bisa berasal dari pengurus yang ada maupun dari kalangan ulama di luar kepengurusan.

“Silakan nanti Dewan Pertimbangan menunjuk siapa yang akan menggantikan. Bisa dari pengurus yang ada atau dari kiai-kiai yang lebih luas,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, KH Hasan Mutawakkil menyampaikan rasa terima kasih kepada para ulama, kiai, serta seluruh pengurus MUI kabupaten dan kota di Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan selama masa kepemimpinannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin terdapat kekurangan.

“Kepada seluruh para kiai, masyayikh, pengurus MUI kabupaten dan kota se-Jawa Timur, Al Fakir menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaannya selama ini. Al Fakir mohon maaf apabila ada salah dan kekurangan,” tuturnya.

Ke depan, ia berencana lebih fokus memulihkan kesehatan sekaligus melanjutkan pengabdian melalui kegiatan pesantren serta pembinaan umat di daerahnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Pusat Anwar Iskandar mengaku terkejut mendengar kabar pengunduran diri tersebut.

Menurutnya, keputusan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut di tingkat pimpinan pusat.

“Ini kan baru usulan, nanti akan kita bahas. Beliau ini figur pemersatu yang masih kita butuhkan,” ujarnya.

Pengunduran diri KH Hasan Mutawakkil pun menjadi perhatian banyak pihak. Sosoknya selama ini dikenal sebagai ulama yang aktif menjembatani komunikasi antarorganisasi Islam serta memperkuat peran ulama dalam kehidupan sosial masyarakat di Jawa Timur.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network