Empat Crane Raksasa Tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Perkuat Bongkar Muat Arus Logistik Jateng

Arif Ardliyanto
Empat unit quay container crane berteknologi post panamax tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Fasilitas baru ini diyakini meningkatkan kapasitas bongkar muat dan mendukung pertumbuhan arus peti kemas di Jawa Tengah. Foto ist

Setelah kapal pengangkut bersandar di pelabuhan, keempat crane tersebut akan melalui proses rolling off menuju area terminal. Selanjutnya dilakukan tahap instalasi, pengujian sistem atau commissioning, hingga integrasi dengan sistem operasional terminal sebelum digunakan secara penuh.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah dan DIY, Teguh Arif Handoko, menilai pertumbuhan industri di berbagai kawasan industri di Jawa Tengah akan berdampak langsung terhadap peningkatan arus peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Emas.

Ia memperkirakan throughput peti kemas pada 2026 berpotensi meningkat setidaknya 10 persen. Hal ini seiring berkembangnya aktivitas produksi di sejumlah kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang, Kendal Industrial Park, dan Jatengland Industrial Estate.

“Produksi perusahaan manufaktur di kawasan industri tersebut masih berada di kisaran 25 persen dari kapasitasnya. Artinya, masih ada ruang pertumbuhan yang cukup besar, dan ini tentu membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang memadai,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, Pelabuhan Tanjung Emas selama ini menjadi pelabuhan utama di Jawa Tengah yang banyak diandalkan pelaku usaha karena dinilai mampu memberikan layanan distribusi yang relatif efisien.

Menurutnya, tambahan crane baru akan membantu mempercepat proses bongkar muat sehingga peningkatan volume peti kemas yang terjadi dapat terlayani dengan baik.

Dari sisi pelayaran, Manager Operasi PT Tresna Muda Sejati Cabang Semarang, Yudi Purwanto, menyambut positif penambahan fasilitas tersebut.

Ia menilai kehadiran crane baru akan berdampak langsung terhadap efisiensi layanan kapal di terminal.

“Kami berharap proses bongkar muat bisa berlangsung lebih cepat sehingga waktu tunggu kapal dapat ditekan. Jika produktivitas meningkat, waktu tinggal kapal di pelabuhan juga bisa lebih singkat,” ujarnya.

Efisiensi ini, lanjutnya, juga membuka peluang bagi perusahaan pelayaran untuk menambah aktivitas operasional atau bahkan membuka layanan pelayaran baru melalui TPK Semarang.

Dengan tambahan empat crane modern tersebut, Pelabuhan Tanjung Emas diharapkan semakin siap menghadapi peningkatan arus logistik sekaligus memperkuat perannya sebagai gerbang perdagangan yang menghubungkan Jawa Tengah dengan berbagai wilayah di dalam maupun luar negeri.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network