Salat Idulfitri di Gambiran Banyuwangi Penuh Haru, Jamaah Diajak Tetap Istiqomah Usai Ramadan

Siswanto
Ratusan jamaah di Gambiran Banyuwangi mengikuti Salat Idulfitri 1447 H dengan khidmat. Khutbah mengajak umat tetap istiqomah menjaga ibadah setelah Ramadan. Foto siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Suasana hangat dan penuh kekhusyukan terasa di Masjid Al Hikmah Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, saat ratusan warga berkumpul menunaikan salat Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (19/3/2026).

Sejak pagi, jamaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru desa. Mereka hadir dengan wajah sumringah, membawa semangat kemenangan setelah sebulan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Kegiatan yang digelar oleh Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdakmu) Kecamatan Gambiran ini berlangsung tertib dan penuh khidmat. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Fian Mahdy Akbar menyampaikan pesan yang menyentuh tentang pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan berakhir.

Dalam khutbahnya bertajuk “Tetap Istiqomah Pasca Ramadan”, ia mengingatkan bahwa bulan suci bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan proses pembentukan diri.

“Ramadan adalah madrasah ruhani yang melatih kita untuk lebih dekat kepada Allah sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama,” ujarnya di hadapan jamaah.

Menurutnya, semangat ibadah yang meningkat selama Ramadan seharusnya tidak berhenti begitu saja setelah Hari Raya. Justru, Idulfitri menjadi titik awal untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas keimanan.

“Istiqomah adalah kunci utama. Jangan sampai setelah Ramadan, ibadah kita justru menurun,” tegasnya.

Ia pun mengajak jamaah untuk menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun, mulai dari salat lima waktu berjamaah, memperbanyak sedekah, hingga rutin membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya itu, Fian juga mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, momentum Idulfitri harus dimanfaatkan untuk memperbanyak taubat dan istighfar.

Mengutip Surat Ali Imran ayat 133, ia mengajak umat Islam untuk bersegera memohon ampunan kepada Allah SWT dan berlomba meraih surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Pesan lain yang tak kalah penting adalah menjaga silaturahmi. Menurutnya, saling memaafkan menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai Ramadan yang harus terus dijaga dalam kehidupan sosial.

Usai pelaksanaan salat dan khutbah, suasana haru terasa saat jamaah saling bersalaman dan bermaafan. Senyum, pelukan, hingga doa-doa tulus mengalir, mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran Pusdakmu dalam membina umat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di wilayah Gambiran dan sekitarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network