Sementara itu, perwakilan keluarga, Arif Ardliyanto, menambahkan bahwa silaturahmi juga menjadi sarana membangun semangat hidup. Ia menekankan pentingnya sikap optimisme dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan zaman.
“Silaturahmi bukan hanya mempererat hubungan, tetapi juga menguatkan semangat. Kita harus terus optimis dan menjunjung tinggi etos kerja dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Arif mengingatkan ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya bekerja secara sungguh-sungguh. “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara itqan (profesional),” kutipnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya menuntut ilmu sebagai bagian dari perjuangan hidup. Menurutnya, ilmu menjadi bekal utama dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis.
“Hidup adalah perjuangan, dan salah satunya melalui menuntut ilmu. Siapa yang berjalan untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah,” tambahnya.
Melalui momen silaturahmi ini, keluarga besar tersebut berharap nilai-nilai keislaman tidak hanya berhenti sebagai nasihat, tetapi benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebaran pun akhirnya bukan sekadar perayaan, melainkan titik awal untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan optimisme, serta membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
