Ketua PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menyebut ajang ini sebagai bagian dari langkah besar membangun ekosistem domino di Indonesia.
“Ini bukan sekadar kompetisi. Ini gerakan membangun olahraga domino agar semakin terstruktur dan diakui,” ujarnya.
Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara Higgs Games Island (HGI), PB PORDI, PORDI Jawa Timur, KONI Jatim, dan pemerintah daerah. Dukungan besar juga datang dari HGI yang disebut telah menggelontorkan dana hingga Rp10 miliar untuk pengembangan domino di Tanah Air.
Ke depan, rangkaian turnamen akan terus berlanjut. Delapan seri nasional telah disiapkan, dengan Surabaya sebagai titik awal sebelum berlanjut ke kota lain seperti Padang dan Bekasi.
Perwakilan HGI, Ray, menilai antusiasme peserta menjadi sinyal kuat bahwa domino memiliki masa depan cerah sebagai olahraga kompetitif.
“Domino bukan lagi sekadar hiburan. Ini sudah menjadi olahraga pikiran dengan sistem dan kompetisi yang jelas,” katanya.
Tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar pulau memperlihatkan bahwa domino kini memiliki daya tarik luas. Bahkan, event lanjutan seperti HGI City Cup 2026 dan Surabaya Fest telah disiapkan untuk memperluas pembinaan atlet.
Bagi Saifuddin dan Erman, kemenangan ini bukan akhir. Ini justru awal dari perjalanan baru—dari pemain gardu yang kini melangkah ke panggung nasional, membawa harapan bahwa domino bisa berdiri sejajar dengan cabang olahraga lainnya.
Dan di setiap kartu yang dibuka, ada mimpi yang ikut dipertaruhkan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
