Menurut Mujiono, kontes sapi bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan peternak.
“Kontes ini diharapkan menjadi motivasi bagi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya. Pemerintah daerah akan terus mendukung karena kegiatan ini terbukti berdampak pada peningkatan kesejahteraan peternak sekaligus menggerakkan UMKM lokal,” ujarnya.
Di balik kemeriahan acara, ada kisah perjuangan para peternak yang bertahun-tahun merawat sapi mereka dengan penuh ketelatenan. Salah satunya Sukarman, peternak asal Muncar yang berhasil membawa sapi pedet jantan bernama Noval meraih juara pertama kategori hasil inseminasi buatan (IB) dengan nilai 76 poin.
Sorak penonton juga pecah ketika sapi ekstrem bernama Mex Mojo milik M. Adam diumumkan sebagai juara. Bobot sapi itu mencapai 1.136 kilogram dan menjadi salah satu magnet utama dalam kontes tersebut.
Tak hanya peternak yang merasakan dampaknya. Puluhan pelaku UMKM di sekitar lokasi mengaku dagangan mereka laris manis selama acara berlangsung. Mulai dari makanan tradisional, minuman, hingga produk olahan lokal diserbu pengunjung yang datang dari berbagai kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi optimistis kontes dan bursa ternak ini bisa berkembang menjadi agenda tahunan unggulan. Selain memperkuat sektor peternakan, kegiatan tersebut juga dinilai efektif mendongkrak ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkenalkan potensi Banyuwangi kepada wisatawan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
