SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perkembangan ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membawa perubahan besar yang kerap tidak terlihat langsung oleh masyarakat, yakni meningkatnya kebutuhan terhadap data center atau pusat data.
Seiring meningkatnya aktivitas digital, kebutuhan terhadap pusat data pun ikut melonjak signifikan. Indonesia kini mulai dipandang sebagai salah satu pasar data center paling potensial di Asia Tenggara. Selain memiliki jumlah pengguna internet yang besar, pertumbuhan ekonomi digital nasional juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan kebutuhan data center di Indonesia terjadi seiring perubahan perilaku masyarakat dan percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Penggunaan cloud computing, ekspansi layanan streaming, hingga perkembangan teknologi AI membuat volume data tumbuh secara eksponensial.
Perusahaan kini tidak hanya menyimpan data operasional dasar, tetapi juga mengelola transaksi real-time, analitik pelanggan, hingga kebutuhan komputasi berbasis AI yang membutuhkan kapasitas penyimpanan dan pemrosesan data jauh lebih besar.
Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan jumlah pengguna internet yang terus meningkat, Indonesia dinilai menjadi pasar strategis bagi industri data center. Bahkan, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.
Melihat potensi tersebut, berbagai perusahaan teknologi dan penyedia infrastruktur digital mulai memperkuat ekspansi di Indonesia, termasuk perusahaan edge data center asal Surabaya, Omadata.
Perusahaan yang berdiri sejak 2009 itu kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan ekosistem infrastruktur digital nasional melalui partisipasi dalam ajang internasional Taiwan Network Operators Group (TWNOG) 2026 yang berlangsung di NTUH Convention Center, Taiwan, pada 15 Mei 2026.
Dalam forum yang mempertemukan komunitas operator jaringan, internet exchange, internet service provider (ISP), cloud provider, hingga pelaku data center se-Asia Pasifik tersebut, Omadata membawakan materi terkait perkembangan lanskap data center serta pentingnya keberadaan edge data center dalam mendukung konektivitas digital.
Partisipasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan pertumbuhan industri edge data center Indonesia kepada komunitas networking internasional. Selain membahas perkembangan industri, Omadata juga mengangkat pentingnya peering ecosystem dan interkoneksi antaroperator guna menciptakan konektivitas yang lebih efisien, cepat, dan stabil bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia.
VP Business Omadata, Anugrah Vito Ahya, mengatakan forum internasional seperti TWNOG menjadi ruang penting untuk membangun awareness global terhadap perkembangan infrastruktur digital Indonesia.
Menurutnya, Omadata saat ini juga tengah mempersiapkan pembangunan Data Center E3 di Makassar. Proyek tersebut difokuskan pada penyediaan layanan data center berstandar tinggi, peningkatan performa dan efisiensi jaringan melalui pengurangan latensi, dukungan bagi kebutuhan ISP, enterprise, dan industri digital, sekaligus memperkuat ekosistem teknologi di kawasan Indonesia Timur.
“Event seperti TWNOG menjadi ruang yang sangat penting bagi kami untuk terus menyampaikan perkembangan edge data center di Indonesia. Saat ini kebutuhan akan infrastruktur digital yang dekat dengan pengguna semakin tinggi, sehingga edge data center memiliki peran strategis dalam mendukung performa layanan digital dan pertumbuhan bisnis di berbagai daerah,” ujar Vito, Sabtu (16/5/2026).
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
