Khofifah Dorong Kerja Sama Pendidikan Jatim-Yaman Berbasis Moderasi Beragama

Lukman Hakim
Merajut kembali hubungan sejarah, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut Dubes Yaman di Surabaya. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di Gedung Negara Grahadi, Senin (18/5/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan historis, budaya, pendidikan, hingga sektor perdagangan antara Jatim dan Yaman, khususnya Provinsi Hadramaut. “Lebih dari 700 tahun lalu, ulama-ulama Yaman sudah datang ke Indonesia. Hubungan pendidikan antara Indonesia, khususnya Jatim untuk belajar ke Yaman sangat tinggi,” ujar Khofifah.

Selama ini, Hadramaut menjadi destinasi utama bagi santri dan pelajar asal Jatim untuk memperdalam ilmu agama. Sebaliknya, Jatim kini membuka ruang lebar bagi mahasiswa Yaman untuk menempuh studi di berbagai perguruan tinggi dan pesantren lokal.

“Hubungan pendidikan ini bisa kita kuatkan secara resiprokal (timbal balik). Mahasiswa Yaman belajar di Jatim dan sebaliknya, karena kita memiliki perspektif keberagamaan yang sama, yaitu moderasi. Di tengah dinamika global, mereka akan menjadi jembatan nilai toleransi dan harmoni,” jelasnya.

Selain sektor pendidikan, pertemuan tersebut mengeksplorasi potensi perluasan pasar perdagangan. Khofifah menyebut komoditas asal Yaman seperti Madu Yaman dan Buah Delima memiliki citra rasa dan reputasi yang sangat kuat di pasar domestik Indonesia.

Uniknya, kedekatan emosional kedua wilayah juga tercermin dari dinamika sosial di Hadramaut. Berdasarkan pemaparan Dubes Salem, beberapa kuliner khas Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado, rujak, hingga sambal sudah familier di sana. Bahkan, salah satu produk mi instan terkemuka asal Indonesia telah memiliki pabrik produksi di Yaman.

Meski fondasi kerja sama antardaerah (sister province) ini sangat kuat, Khofifah memastikan proses formalnya tetap akan melewati mekanisme dan koordinasi pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, serta DPRD Provinsi Jatim.

Sementara itu, Dubes Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyatakan bahwa masyarakat Yaman memandang Indonesia bukan sekadar negara sahabat, melainkan bagian dari keluarga.

“Hubungan antara Provinsi Hadramaut dengan Provinsi Jatim bukan hanya hubungan biasa. Indonesia ini sudah sebagai saudara kandung dengan negeri Yaman,” ungkap Salem.

Salem menceritakan, migrasi warga Yaman ke nusantara telah tercatat sejak abad-abad awal perkembangan Islam (sekitar abad ke-7 Hijriah). Komunitas keturunan Yaman di Indonesia terbukti ikut berkontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa, baik di bidang sosial, dakwah, hingga ekonomi.

“Generasi saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk membangun dan merajut kembali hubungan-hubungan sejarah tersebut. Saya berharap rencana kerja sama yang dibahas bersama Pemprov Jatim dapat segera terealisasi,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network