Program tersebut juga berhasil memicu semangat siswa untuk menghasilkan karya lebih besar. Beberapa siswa bahkan mulai menerbitkan buku sendiri dengan pendampingan guru yang memiliki kemampuan menulis.
Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa program jurnalistik tidak semata-mata bertujuan mencetak jurnalis profesional. Fokus utamanya adalah mengasah kemampuan dasar siswa dalam menyusun kalimat dan paragraf secara runtut, baik dalam bentuk straight news, feature, artikel, opini, maupun tajuk rencana.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
