JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Tingginya aktivitas digital masyarakat Indonesia kini tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga memicu meningkatnya risiko penipuan online dan keputusan impulsif saat bertransaksi. Kondisi ini mendorong berbagai pihak memperkuat edukasi literasi digital dan perlindungan konsumen di tengah derasnya arus informasi di internet.
Upaya tersebut diwujudkan melalui inisiatif “JEDA” yang merupakan singkatan dari Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check, Ambil keputusan dengan tenang. Program ini digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), Kementerian Perdagangan RI, Bank Indonesia, serta Indonesian E-commerce Association.
Melalui microsite jeda10detik, masyarakat diajak membangun kebiasaan baru berupa pause culture atau berhenti sejenak selama 10 detik sebelum merespons informasi maupun mengambil keputusan transaksi, baik secara online maupun offline.
Kampanye JEDA mengedukasi masyarakat untuk berhenti 10 detik sebelum mengambil keputusan transaksi online guna mencegah penipuan digital dan belanja impulsif. Foto iNewsSurabaya.id/hendro
Kampanye ini hadir di tengah meningkatnya kasus penipuan digital di Indonesia. Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center, terdapat ratusan ribu laporan penipuan digital dengan total kerugian mencapai triliunan rupiah sepanjang periode November 2024 hingga Januari 2026.
Sementara itu, survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkap lebih dari 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah menjadi korban penipuan online. Fakta tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital harus dibarengi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi serta mengendalikan respons emosional saat bertransaksi.
Head of PR Blibli, Nazrya Octora menilai kualitas keputusan konsumen tidak selalu ditentukan oleh kecepatan, melainkan kejernihan dalam berpikir sebelum bertindak.
“Ekosistem digital yang aman dan terpercaya tidak hanya dibangun oleh teknologi, tetapi juga oleh kebiasaan masyarakat dalam mengambil keputusan secara lebih tenang dan terukur,” ujarnya.
Eksperimen sosial kampanye JEDA yang berlangsung pada 19 Februari hingga 31 Maret 2026 melibatkan lebih dari 158 ribu partisipan dari berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya, tujuh dari 10 responden mengaku merasa lebih tenang setelah mengambil jeda 10 detik sebelum bereaksi terhadap informasi yang diterima.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
