SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pasar otomotif Jawa Timur (Jatim) menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Januari-April 2026. Berdasarkan laporan performa pasar otomotif, total penjualan kendaraan meningkat 17,53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, total pasar otomotif naik dari 30.092 unit pada Januari-April 2025 menjadi 35.366 unit pada periode yang sama tahun 2026.
Pertumbuhan terbesar ditopang segmen kendaraan komersial yang melonjak 36,58 persen, dari 8.095 unit menjadi 11.056 unit. Sementara itu, segmen kendaraan penumpang juga masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 10,94 persen, dari 21.847 unit menjadi 24.238 unit.
Di sisi lain, segmen sedan mengalami penurunan tajam hingga 52 persen. Penjualannya turun dari 150 unit menjadi hanya 72 unit pada empat bulan pertama 2026.
Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi segmen dengan pertumbuhan paling mencolok. Penjualan EV melesat 301,43 persen, dari 1.255 unit menjadi 5.038 unit.
Selain EV, segmen small SUV juga menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan 87,20 persen, dari 1.031 unit menjadi 1.930 unit. Segmen MPV turut mencatat kenaikan 28,33 persen menjadi 4.208 unit.
Tren positif juga terjadi pada kendaraan niaga seperti pick up, minibus, 4x4, truk, dan bus yang tumbuh sejalan dengan peningkatan sektor komersial sebesar 36,58 persen.
Namun, tidak semua segmen mencatatkan pertumbuhan. Beberapa kategori justru mengalami penurunan cukup dalam. Segmen hatchback menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 77,10 persen.
Segmen Upper High MPV juga terkoreksi 53,01 persen. Sementara berbagai kategori sedan, mulai sedan kompak hingga luxury dan sport, mengalami penurunan di kisaran 33 persen hingga 64 persen.
Segmen Low Cost Green Car (LCGC) turut mengalami penurunan 25,26 persen, dari 4.672 unit menjadi 3.492 unit. Selain itu, segmen SUV low, medium, hingga luxury rata-rata mengalami kontraksi antara 12 persen hingga 28 persen.
Meski Total Participating Market tercatat turun 12,14 persen, total pasar otomotif secara keseluruhan tetap tumbuh berkat lonjakan penjualan kendaraan listrik dan kendaraan komersial.
Pergeseran preferensi konsumen pun terlihat semakin jelas, dari kendaraan konvensional seperti hatchback dan sedan menuju kendaraan berbasis teknologi baru seperti EV serta kendaraan yang lebih fungsional seperti small SUV dan kendaraan komersial.
Direktur Honda Surabaya Center (HSC), Wendy Miharja, menilai pertumbuhan pasar otomotif tahun ini turut didorong peningkatan penjualan kendaraan niaga, khususnya segmen pick up.
Menurutnya, program pemerintah ikut memberikan dampak terhadap naiknya permintaan kendaraan komersial di pasar otomotif Jatim.
“Kalau melihat market secara keseluruhan, salah satu yang mendorong kenaikan total penjualan adalah segmen pick up. Itu juga dipengaruhi program pemerintah (MBG/Makan Bergizi Gratis) yang membuat permintaan kendaraan niaga meningkat,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Wendy menambahkan, segmen kendaraan menengah ke atas memang tidak memiliki volume penjualan besar, tetapi pasar tetap bergerak positif. Ia mencontohkan minat konsumen terhadap kendaraan premium masih cukup tinggi.
“Contohnya Honda Prelude yang harganya hampir Rp1 miliar, masih ada konsumen yang memesan bahkan untuk pengiriman tahun 2027 di Surabaya,” katanya.
Menurut Wendy, kondisi serupa juga diperkirakan terjadi pada merek lain di segmen kendaraan premium dengan harga di atas Rp800 juta. Meski volumenya kecil, pasar kendaraan kelas atas dinilai tetap stabil.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
