Warga Sobokerto Manfaatkan Eceng Gondok untuk Energi hingga Pakan Ikan

Lukman Hakim
Program pemberdayaan warga Boyolali sukses mengubah ancaman eceng gondok menjadi peluang. (Foto : Istimewa).

BOYOLALI, iNewsSurabaya.id – PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Sumarmo terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui berbagai program sosial dan lingkungan yang dijalankan bersama masyarakat, perusahaan mendorong penguatan ekonomi warga sekaligus penyelesaian persoalan lingkungan secara berkelanjutan.

Aviation Fuel Terminal Manager Adi Sumarmo PT Pertamina Patra Niaga, Hendra Permana Hermanto, mengatakan saat ini terdapat empat program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan. Program tersebut meliputi pemberdayaan masyarakat, konservasi keanekaragaman hayati, hingga respons kebencanaan.

Selain program yang masih berjalan, terdapat pula satu program pemberdayaan masyarakat yang telah selesai pada 2024 dan sebelumnya berhasil mengantarkan AFT Adi Sumarmo meraih predikat Proper Emas untuk pertama kalinya pada 2022.

Salah satu program unggulan yang saat ini terus dikembangkan adalah Program Masyarakat Sobokerto Peduli Waduk Cengklik di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Program tersebut juga berhasil mengantarkan AFT Adi Sumarmo mempertahankan predikat Proper Emas pada 2023 dan 2024.

“Penghargaan ini tentu menjadi penyemangat kami dalam meningkatkan inovasi dan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat luas secara umum, dan khususnya masyarakat sekitar area Aviation Fuel Terminal Adi Sumarmo,” katanya, Selasa (26/5/2026).

Program ini dijalankan bersama lima kelompok masyarakat binaan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan akibat gulma eceng gondok yang mengancam kelestarian Waduk Cengklik.

Kelompok masyarakat yang terlibat dalam program tersebut antara lain Pokmas Ngudi Tirto Lestari, KWT Ngudi Makmur, KWT Bangun Sejahtera, KJA Sumber Rejeki, dan Kelompok Tani Ngudi Makmur.

Berbagai inovasi dikembangkan untuk menangani gulma eceng gondok, mulai dari produksi pupuk organik, biogas, listrik terbarukan, pakan ikan organik, hingga bioabsorben.

Menurut Hendra, inovasi-inovasi tersebut menjadi terobosan baru, khususnya di Kabupaten Boyolali. Salah satu inovasi yang cukup menonjol adalah LISENDO atau Listrik Eceng Gondok untuk Penerangan Jalan Umum. Inovasi tersebut berhasil meraih Juara 1 Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) tingkat Kabupaten Boyolali dan Solo Raya.

Selain fokus pada persoalan lingkungan, program tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal Desa Sobokerto melalui berbagai pendampingan kepada masyarakat.

“Hasilnya, masyarakat memiliki keterampilan dan pengetahuan baru sekaligus peningkatan pendapatan,” katanya.

Melalui program tersebut, Desa Sobokerto kini juga telah berkembang menjadi Desa Energi Berdikari melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWh yang digunakan untuk mendukung operasional lahan pertanian warga.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network