SURABAYA, iNewsSurabaya.id – PT Satya Mandiri Motors optimistis penjualan kendaraan Great Wall Motor (GWM), khususnya lini Tank bermesin diesel, terus meningkat di Jawa Timur sepanjang 2026.
Optimisme itu muncul di tengah tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan diesel untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh dan keluarga. Hal tersebut disampaikan COO PT Satya Mandiri Motors, Alvin Rian Harsono saat ditemui dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 di Grand City Surabaya.
Dalam pameran tersebut, GWM menghadirkan sejumlah produk andalan, di antaranya Tank 300 Diesel, Tank 500 Diesel, Tank 500 Hybrid, hingga kendaraan listrik ORA. Selain itu, GWM sebenarnya juga memiliki Tank 300 Hybrid dan lini HAVAL, namun belum ditampilkan karena keterbatasan stok.
“Tank memang masih menjadi produk andalan GWM secara global. Di semua negara, produk ini sangat diminati,” ujar Alvin, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, kontribusi penjualan lini Tank saat ini masih mendominasi sekitar 60 hingga 70 persen dari total penjualan GWM. Namun, kendaraan listrik ORA mulai menunjukkan tren positif dengan kontribusi penjualan mencapai 30 hingga 40 persen. “Segmennya memang berbeda, tetapi market kendaraan listrik mulai bertambah dan berkembang,” katanya.
Alvin mengungkapkan, permintaan kendaraan diesel justru meningkat dalam tiga bulan terakhir meski harga solar mengalami kenaikan. Menurutnya, konsumen masih melihat kendaraan diesel sebagai pilihan nyaman, terutama untuk perjalanan luar kota dan kebutuhan kendaraan keluarga berkapasitas besar.
“Orang masih merasa lebih nyaman menggunakan diesel, apalagi yang sering bepergian ke luar kota atau membutuhkan kendaraan tujuh penumpang,” ujarnya.
Ia menyebut, penjualan GWM di Jawa Timur selama Januari hingga April 2026 telah mencapai lebih dari 100 unit. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu, terutama sejak peluncuran lini diesel pada pertengahan 2025. “Kalau dibanding tahun lalu, naik cukup banyak. Bahkan untuk diesel peningkatannya hampir 30 persen,” ucapnya.
Meski demikian, Alvin mengaku pihaknya masih menunggu kepastian implementasi kebijakan biodiesel B50 yang rencananya diterapkan pemerintah mulai Juli 2026. Ia berharap ada komunikasi dan pengujian yang matang sebelum kebijakan diberlakukan secara luas.
“Kami masih menunggu apakah kendaraan-kendaraan yang ada benar-benar siap menggunakan B50. Karena sampai sekarang kami juga belum mendapat contoh atau uji langsung,” katanya.
Hingga akhir tahun 2026, PT Satya Mandiri Motors memproyeksikan penjualan lini Tank diesel di Jawa Timur dapat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan saat ini.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
