PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di kawasan industri Kabupaten Pasuruan dalam sebuah kegiatan memasak bersama yang sarat makna. Tidak hanya menyajikan aneka hidangan khas Nusantara, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menguatkan ketahanan pangan keluarga melalui semangat gotong royong.
Kegiatan bertajuk Aksi Berbagi Citarasa tersebut mempertemukan pemerintah daerah, relawan, komunitas sosial, hingga kader PKK Kabupaten Pasuruan dalam satu ruang kolaborasi. Acara digelar di kawasan Pabrik ABC Pasuruan, Kecamatan Beji, dan dihadiri Bupati Pasuruan H.M. Rusdi Sutejo bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Hj. Merita Ariestya Yudi.
Sejak pagi, suasana penuh keakraban terlihat di lokasi kegiatan. Para peserta tidak hanya mengikuti sesi memasak bersama, tetapi juga saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pangan keluarga, resep masakan tradisional, hingga peluang usaha kuliner rumahan yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
Antusiasme warga mewarnai kegiatan dapur komunitas di Pasuruan yang fokus pada ketahanan pangan keluarga, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/hendro
Bagi para ibu rumah tangga yang hadir, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan baru terkait pengolahan bahan pangan yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomis.
General Counsel and Head of Government Affairs PT Heinz ABC Indonesia, Mira Buanawati, mengatakan perusahaan berupaya terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial yang berdampak langsung bagi kehidupan warga.
Menurutnya, selama lebih dari lima dekade perusahaan tumbuh bersama masyarakat Indonesia sehingga memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan.
"Selama lebih dari 50 tahun, ABC tumbuh bersama keluarga Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai mitra komunitas, kami berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui Aksi Berbagi Citarasa," ujarnya.
Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi yang telah terjalin antara ABC dan Foodbank of Indonesia sejak tahun 2020. Selama beberapa tahun terakhir, berbagai kegiatan berbasis komunitas terus dikembangkan guna mendukung akses pangan bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pendiri Foodbank of Indonesia, Wida Septarina Wijayanti, menilai dapur komunitas memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Selain menjadi tempat berbagi makanan, dapur komunitas juga dinilai mampu mengangkat kembali potensi pangan lokal dan kekayaan rempah Nusantara yang menjadi identitas kuliner Indonesia.
"Melalui dapur komunitas, kami ingin menghidupkan semangat gotong royong sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal dan rempah-rempah Nusantara sebagai bagian dari budaya berbagi di masyarakat," katanya.
Kemeriahan kegiatan semakin terasa saat peserta terlibat langsung dalam sesi memasak bersama. Berbagai menu khas Nusantara disiapkan dan diolah secara kolaboratif oleh para peserta.
Beberapa sajian yang dihadirkan antara lain Sate Goreng Sapi, Semur Daging Jawa, hingga Semur Tahu yang dimasak oleh peserta dari kalangan kader PKK.
Tidak sekadar menghasilkan hidangan untuk disantap bersama, kegiatan tersebut juga menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian antarwarga.
Plant Manager Pasuruan PT Heinz ABC Indonesia, Dian Agung Saputra, mengungkapkan keberadaan pabrik di Pasuruan selama lebih dari 40 tahun tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang baik antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
"Pabrik ABC di Pasuruan mulai dibangun pada 1984. Selama lebih dari empat dekade, kami menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Pasuruan. Dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus tumbuh bersama serta memberikan kontribusi positif bagi daerah," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas dapat terus diperkuat. Sebab, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan makanan, tetapi juga ditentukan oleh kuatnya kepedulian sosial, budaya berbagi, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, kegiatan dapur komunitas di Pasuruan menjadi gambaran bahwa makanan bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga media untuk membangun kebersamaan, mempererat solidaritas, dan menghadirkan harapan bagi banyak keluarga.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
