SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terus mengintensifkan program pasar murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi. Salah satu kegiatan pasar murah digelar di halaman Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Jatim untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.
"Fokus utama pasar murah adalah memastikan komoditas kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Khofifah, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, intervensi melalui pasar murah menjadi penting. Terutama untuk komoditas strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, telur, dan daging ayam.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, daging ayam ras Rp30.000 per kemasan, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan cabai Rp5.000 per 200 gram.
Khofifah menegaskan pasar murah juga menjadi instrumen untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok di tengah dinamika harga pasar, termasuk memastikan ketersediaan produk Minyakita di masyarakat.
"Melalui pasar murah ini kami ingin memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar. Kami terus memantau perkembangan harga di pasar untuk menentukan komoditas yang memerlukan intervensi agar inflasi tetap terkendali," katanya.
Ia menjelaskan, Pemprov Jatim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus berkoordinasi dengan Bulog serta berbagai pemasok guna menjaga ketersediaan stok dan mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga.
"Yang kami jaga adalah keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelancaran pasokan. Karena itu pemantauan dilakukan secara berkala agar distribusi tetap terjaga dengan baik," ujarnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Sinergi menjadi kunci utama. Bersama-sama kita memastikan pasokan aman, distribusi lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga masyarakat tidak terbebani," tegasnya.
Sementara itu, Sunarni, warga Gunung Anyar, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena harga kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
"Alhamdulillah, harganya lebih murah dan sangat membantu kebutuhan keluarga," ujarnya.
Hal senada disampaikan Sera, warga lainnya yang merasa terbantu dengan program tersebut. Selain mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, ia juga memperoleh telur gratis yang dibagikan kepada masyarakat.
"Senang sekali. Semoga pasar murah seperti ini lebih sering diadakan karena sangat membantu warga," katanya.
Sebelumnya, Pemprov Jatim juga menggelar pasar murah di Lapangan Perumnas Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Menurut Khofifah, pasar murah tidak hanya menjadi instrumen pengendalian inflasi, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pasar murah ini menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan lancar di tengah masyarakat," tuturnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
