SURABAYA, iNewsSurabaya.id – PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS), perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan Crude Coconut Oil (CNO) dan produk turunannya, optimistis mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 2026.
Perseroan menargetkan peningkatan omzet sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring penguatan pasar dan peningkatan kapasitas produksi.
Direktur Keuangan PT Indo Oil Perkasa Tbk, Albert Widakdo Sutanto, mengatakan target tersebut didukung oleh tren kinerja positif yang telah terlihat sejak awal tahun.
“Kami memproyeksikan pertumbuhan sekitar 10 persen dibanding tahun lalu. Optimisme ini didorong oleh penguatan pasar serta berbagai langkah strategis yang sedang kami jalankan,” ujar Albert, Sabtu (13/6/2026).
Berdasarkan laporan keuangan unaudited kuartal I 2026, penjualan perseroan mencapai Rp299,9 miliar, meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp201,8 miliar. Sementara itu, laba bersih tercatat Rp3,18 miliar pada Maret 2026 atau melonjak signifikan dibandingkan laba bersih akhir 2025 yang sebesar Rp405,7 juta.
Untuk menopang pertumbuhan bisnis, perseroan menyiapkan sejumlah strategi ekspansi, salah satunya melalui peningkatan kapasitas produksi pabrik Indosena, perusahaan hasil kemitraan PT Indo Oil Perkasa Tbk dengan Sena Mills Refineries asal Sri Lanka.
Direktur Utama PT Indo Oil Perkasa Tbk, Johan Widakso Liem, mengatakan kapasitas produksi Indosena ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat pada akhir 2026.
“Sejak awal infrastruktur Indosena dirancang dengan kapasitas hingga 60 ton per hari. Saat ini produksi masih berada di kisaran 25 ton per hari sehingga ruang untuk ekspansi masih sangat besar tanpa memerlukan perubahan infrastruktur yang signifikan,” kata Johan.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, perseroan juga memperkuat strategi hilirisasi melalui pengembangan produk bernilai tambah, peningkatan kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D), serta pembangunan fasilitas refinery yang terintegrasi.
Menurut Albert, strategi integrasi dari hulu hingga hilir akan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok dan kualitas produk.
“Kami harus mempersiapkan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Dengan integrasi yang kuat, perusahaan dapat mengamankan pasokan bahan baku, menjaga kualitas produk, dan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.
Di sektor ekspor, perseroan juga membidik pasar Sri Lanka untuk produk tepung kelapa (desiccated coconut flour). Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas pangsa pasar internasional sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri pengolahan kelapa global.
“Tujuan kami adalah memperkuat kehadiran dan memperbesar pangsa pasar di Sri Lanka yang memiliki potensi besar bagi produk-produk turunan kelapa,” tutur Johan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
