SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perkembangan otak pada masa awal kehidupan menjadi fondasi penting bagi kemampuan belajar, berkomunikasi, hingga memecahkan masalah di masa depan. Karena itu, orang tua perlu memahami bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh stimulasi, tetapi juga oleh proses biologis yang terjadi di dalam otak.
Dokter Spesialis Anak dr. Dian Pratamastuti, Sp.A menjelaskan salah satu proses terpenting dalam perkembangan otak adalah mielinasi, yakni pembentukan lapisan pelindung pada serabut saraf yang berfungsi mempercepat penghantaran sinyal antar sel saraf.
"Pada awal kehidupan, ketika otak anak berkembang sangat pesat dan aktif membentuk berbagai koneksi yang mendukung perkembangan berbagai kemampuan, mielinasi berperan penting dalam mendukung kemampuan motorik, bahasa dan komunikasi, hingga kemampuan kognitif seperti fokus, daya ingat, dan pemecahan masalah," ujar dr. Dian saat acara S-26 Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain di Pakuwon Mall Surabaya.
Dokter Spesialis Anak dr. Dian Pratamastuti menjelaskan pentingnya proses mielinasi, gizi, dan stimulasi dalam mendukung koneksi otak serta kemampuan belajar anak sejak usia dini. Foto iNewsSurabaya.id/ist
Ia mengibaratkan mielin seperti jalan tol yang membuat informasi dapat bergerak lebih cepat dan efisien di dalam otak. Semakin baik proses mielinasi, semakin optimal pula kemampuan otak membangun koneksi yang dibutuhkan anak untuk belajar setiap hari.
Menurut dr. Dian, proses tersebut membutuhkan dukungan nutrisi yang lengkap sekaligus stimulasi yang tepat. Nutrisi seperti sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, dan DHA memiliki peran dalam mendukung pembentukan mielin, sementara aktivitas bermain, berinteraksi, dan bereksplorasi membantu memperkuat koneksi antarsel saraf.
"Ketika gizi dan stimulasi berjalan beriringan, keduanya dapat membantu mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak yang optimal," katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kampanye "Semua Bisa Jadi Hebat" yang digelar S-26 melalui pengalaman edukatif S-26 Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain di Pakuwon Mall Surabaya pada 26-28 Juni 2026.
Melalui berbagai wahana interaktif, orang tua diajak memahami cara kerja otak anak sekaligus pentingnya memberikan stimulasi yang konsisten sejak dini.
Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, mengatakan setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang melalui proses belajar yang berbeda-beda.
"Melalui kampanye 'Semua Bisa Jadi Hebat', kami ingin mengajak Mams & Paps memahami bahwa di balik setiap anak hebat terdapat koneksi otak yang cepat. Dengan dukungan gizi, stimulasi, dan pengalaman belajar yang tepat, setiap anak memiliki kesempatan untuk mengoptimalkan potensinya," ujar Vera.
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung juga diperkenalkan dengan S-26 Exceptional Brain Visualizer, perangkat berbasis teknologi EEG yang mampu memvisualisasikan aktivitas otak anak secara real time. Teknologi ini membantu orang tua memahami bagaimana berbagai aktivitas sehari-hari dapat merangsang area tertentu pada otak si kecil.
Melalui edukasi tersebut, diharapkan semakin banyak orang tua memahami bahwa perkembangan otak anak tidak hanya ditentukan oleh faktor keturunan, tetapi juga dipengaruhi oleh pemenuhan nutrisi, stimulasi yang tepat, dan lingkungan belajar yang mendukung sejak usia dini.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
