Tiga Dekade Amati Surabaya, Ahmad Dhani Puji Penataan Kota dan Penghijauan

Trisna Eka Adhitya
Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani Prasetyo (tengah ) saat menyambangi gedung DPRD Kota Surabaya. (Foto : Trisna).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani Prasetyo, menyoroti perubahan signifikan wajah Kota Surabaya dalam lebih dari tiga dekade terakhir. Menurutnya, Surabaya kini bertransformasi menjadi metropolitan yang kian menarik dan memiliki identitas kuat di mata masyarakat luar daerah.

Hal tersebut disampaikan musisi senior ini saat menyambangi Gedung DPRD Kota Surabaya dalam sesi bincang santai bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati dan juga Ketua Pokja Judes, Inyong Maulana, Selasa (11/8/2026).

Dhani mengaku mengamati langsung perkembangan Surabaya sejak awal 1990-an ketika ia mulai merintis karier musiknya. Ia menilai pembangunan fisik Surabaya saat ini melesat pesat dibanding tiga dekade silam.

“Surabaya tidak kalah maju. Daerah-daerah yang dulu kosong, tiba-tiba sekarang menjelma menjadi kawasan maju dan dipenuhi gedung-gedung tinggi,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, transformasi tersebut tidak hanya terlihat dari infrastruktur, melainkan juga dari citra masyarakatnya. Karakter dan logat khas Jawa warga Surabaya kini justru menjadi daya tarik tersendiri.

“Dulu ada anggapan anak Surabaya itu anak daerah. Dulu kalau ada perempuan Surabaya cantik tapi logatnya Jawa, cowok Jakarta bisa mundur. Kalau sekarang malah rebutan, justru itu yang bikin menarik,” tuturnya disambut tawa peserta forum.

Dalam kesempatan itu, Dhani juga memuji kepemimpinan mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang dinilainya sukses menata penghijauan kota.

“Saya harus mengakui Kota Surabaya di era Bu Risma mengalami perubahan nyata. Zaman saya dulu Surabaya itu panas, sekarang jauh lebih asri. Teman-teman saya dari luar daerah yang baru pertama kali datang pun mengaku kagum,” jelas pentolan Dewa 19 tersebut.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar pesatnya pembangunan infrastruktur di Surabaya tetap diimbangi dengan ketersediaan ruang bagi seni, musik, dan budaya anak muda.

“Fasilitas untuk dunia seni dan budaya harus tetap ada. Jangan sampai pembangunan kota justru menggerus ruang kreativitas,” tegasnya.

Selain itu, Dhani mengapresiasi karakter warga Surabaya yang lugas (to the point) dalam menyampaikan kritik maupun saran. Sikap kritis tersebut dinilainya sebagai modal sosial yang penting untuk mengawal arah pembangunan Surabaya ke depan.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network