SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan seluruh proyek prioritas nasional harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai landasan pembangunan Indonesia.
Menurutnya, Proyek Strategis Nasional (PSN) harus mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan pemerataan pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Sejalan dengan arahan Presiden, pembangunan juga diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor fundamental, termasuk ketahanan pangan dan penyediaan air bersih,” katanya, Kamis (6/8/2026).
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan i-Sentra @Lamongan, kawasan industri generasi baru berkonsep Smart-Eco Industrial Park yang diperkenalkan PT Jakamitra Indonesia.
Berlokasi strategis di Jawa Timur dengan akses dekat ke pelabuhan bertaraf internasional, kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan investasi berkelanjutan.
Direktur PT Jakamitra Indonesia, Benjamin Soenadi Abednego, mengatakan i-Sentra @Lamongan telah siap beroperasi sebagai platform industri yang sejalan dengan prioritas Asta Cita pemerintah, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi.
"i-Sentra @Lamongan telah siap beroperasi sebagai platform industri nasional yang sejalan dengan prioritas Asta Cita pemerintah, khususnya dalam hal hilirisasi dan industrialisasi,” katanya.
Meskipun saat ini bergerak sebagai kawasan industri mandiri, kata dia, seluruh infrastruktur dan ekosistem yang kami bangun telah memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari PSN.
Ia menjelaskan, kawasan industri tersebut mengadopsi konsep modern yang mengintegrasikan efisiensi operasional, keberlanjutan lingkungan, serta kemudahan investasi melalui penerapan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) dan layanan perizinan terpadu.
“Konsep tersebut kami harapkan mampu menarik investasi domestik maupun asing sekaligus memperkuat daya saing industri nasional melalui pembentukan rantai nilai yang lebih terintegrasi,” jelasnya.
Sebagai Smart-Eco Industrial Park, i-Sentra @Lamongan menerapkan prinsip circular economy, efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional pelaku industri sekaligus mendukung target pembangunan rendah karbon dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Selain itu, kawasan industri tersebut diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi regional melalui pengembangan berbagai klaster industri. Kawasan ini juga didukung ketersediaan lebih dari 650.000 tenaga kerja terampil dan semi terampil di wilayah Lamongan dan Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
